Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Posting Konten Bareng Anak!

Jika sering berselancar di internet, pasti tahu ya akhir-akhir ini di media sosial sedang ramai video anak kecil yang ucapannya sering membuat gempar jagat maya. Ada banyak orang yang menganggap kata-kata yang keluar dari mulut anak tersebut kurang sopan. Tanpa kita sadari, video seperti ini memberikan dampak yang kurang baik untuk anak itu sendiri maupun anak-anak lain yang mendengar video-video tersebut. Hal ini juga membuat netizen banyak yang merasa geram karena satu dua hal.

Kejadian ini menjadi pengingat penting untuk kita semua, terutama content creator, bahwa melibatkan anak-anak dalam konten ada tanggung jawabnya. Sebelum mempostingnya, coba pikirkan dulu baik-baik, apakah konten tersebut akan memberikan dampak yang positif atau negatif?

Membuat konten dengan anak-anak mungkin memang bisa menarik perhatian banyak orang. Tapi, kita harus tahu bahwa mereka belum paham dengan konsekuensi dari viralnya sebuah video. Untuk kamu yang ingin membuat konten bareng anak, pastikan kamu sudah memeriksa tiga hal ini sebelum posting kontennya.

1. Pahami Batasan

Video anak-anak sering dianggap lucu, spontan, dan menghibur. Tapi, sangat penting untuk memikirkan bagaimana konten ini akan dilihat ke depannya. Apakah akan memberikan dampak yang baik atau tidak? Sebagai content creator, bijaklah dalam memilih momen mana saja yang pantas untuk di-posting dan mana yang sebaiknya disimpan sebagai kenangan pribadi. Jika dalam video ada ucapan atau tindakan anak yang kurang baik, jangan ragu untuk mengeditnya, atau bahkan jangan posting konten tersebut.

Selalu beri arahan, nasehat, dan teguran untuk mereka jika ada hal-hal yang kurang baik. Tentunya kita tahu, mereka masih harus tumbuh dan berkembang. Jangan sampai konten tersebut menjadi benalu bagi mereka di masa depan.

2. Pastikan Anak Merasa Nyaman

Anak-anak biasanya cepat berubah suasana hatinya. Bisa jadi pada saat awal take video mereka terlihat bersemangat. Tapi, beberapa menit kemudian bisa saja mereka sudah bosan dan tidak mau take video lagi. Jika hal ini terjadi, jangan memaksa mereka!

Pastikan mereka ada dalam kondisi nyaman dan beri tahu bahwa kontennya akan ditonton banyak orang. Jika anak merasa tidak nyaman atau menolak, lebih baik hargai keputusan mereka. Jangan sampai kita mengkesploitasi mereka hanya demi mendapatkan engagement.

3. Edit Video dengan Bijak

Proses editing video juga bukan hanya soal menambahkan efek atau mempercantik video. Tapi, pastikan privasi dan etika anak tetap terjaga. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika sedang mengedit video yang melibatkan anak-anak:

  • Hapus bagian yang kurang baik: Jika ada ucapan atau tindakan yang kurang pantas, jangan ragu untuk menghapus bagian tersebut.
  • Gunakan blur: Jika ada informasi pribadi yang tidak sengaja ikut terekam, lebih baik diberikan efek blur.

Kesimpulan

Membuat konten video dengan anak-anak memang seru dan menyenangkan. Tapi, jangan sampai mengabaikan tanggung jawab sebagai content creator. Sebelum posting video, pastikan dulu apakah video akan memberikan dampak yang baik? Apakah anak dalam video terlihat nyaman? Apakah ada bagian yang perlu diedit atau dihapus?

Jika kamu ingin belajar lebih dalam tentang video editing, DUMET School punya kursus video editing yang dapat membantu kamu mengasah skill edit video menjadi lebih pro. Yuk, segera hubungi admin kami untuk informasi lebih detail ya!

25 Maret 2025

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Mini Bootcamp Backend Laravel 11 Bulan Mei 2024 di DUMET School
Webinar Selanjutnya Mei 2024

Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB

(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)

chat