Cara Menjadi Content Creator untuk Pemula
Saat ini ada banyak orang yang ingin menjadi content creator. Bahkan, yang sudah bekerja juga banyak yang banting stir dan mencoba peruntungan dengan menjadi seorang content creator. Menjadi content creator memang "terlihat" menggiurkan. Apalagi sekarang platform digital sudah berkembang dengan pesat, seperti TikTok, Instagram, YouTube, X, dan sebagainya.
Semakin berkembangnya media sosial dan platform digital lainnya tentu akan membuka pintu penghasilan dengan semakin terbuka lebar. Lalu, bagaimana ya caranya menjadi seorang content creator? Apa cukup dengan upload konten sesering mungkin?
Hmm, DUMET School akan segera membahasnya. Ini dia cara dan tips menjadi content
creator untuk pemula:
1.
Menentukan Niche
Mungkin masih ada yang belum tahu tentang niche karena benar-benar masih pemula dalam dunia digital. Niche bisa disebut juga sebagai topik atau tema spesifik yang menjadi fokus dalam konten. Misalnya, kecantikan, teknologi, makanan, travelling, pendidikan, dan sebagainya. Dengan memiliki niche yang jelas, kita dapat lebih mudah menarik audiens yang sesuai dengan minat.
Contohnya, kamu suka membuat barang-barang DIY (Do It Yourself). Nah, kamu bisa fokus membuat konten tentang cara membuat barang-barang tersebut. Atau kamu suka makan dan jajan, kamu bisa fokus membahas rekomendasi tempat makan atau jajan, review makanan, dan sejenisnya yang berhubungan dengan makanan.
Jangan memilih niche yang gado-gado, palugada, atau campur! Karena
dengan begitu akan membuat followers dan insight akun kita menjadi naik
turun. Bahkan, besar kemungkinan akan membuat performa akun menjadi menurun.
2.
Pilih Platform yang Tepat
Setiap platform media sosial biasanya memiliki karakteristik dan audiens yang berbeda. Jadi, pilihlah platform yang palig sesuai dengan jenis konten yang ingin dibuat:
- YouTube: cocok untuk konten video durasi panjang, seperti vlog, tutorial, review, dan sebagainya
- Instagram: cocok untuk konten berbentuk visual seperti foto dan video pendek
- TikTok: cocok untuk konten berbentuk video pendek
- Facebook: cocok untuk konten berbentuk tulisan, video, dan foto
- X: cocok untuk konten berisi edukasi berbentuk tulisan dan gambar
Sebenarnya, jika kita ingin menjangkau audiens di semua media sosial, kita dapat mengunggah konten ke semua platform dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya, kamu membuat konten review tempat makan, upload video versi yang full di YouTube. Setelah itu, buat video versi pendeknya untuk di-upload di Instagram / Facebook Reels, TikTok, dan Shorts. Kita juga dapat upload konten berupa foto di Instagram untuk mempercantik feeds.
Tapi, jika terlalu memakan banyak waktu, kita dapat fokus di satu platform
dahulu, lalu dapat berkembang ke platform lainnya.
3.
Bangun Personal Branding
Personal branding yang kuat akan menjadi senjata yang ampuh untuk menarik perhatian audiens. Jika saat ini sudah ada banyak niche yang digunakan oleh content creator lain, dan kita memilih niche yang sama dengan mereka, kita dapat membedakannya dengan personal branding.
Personal branding adalah citra diri yang ingin ditunjukkan kepada audiens. Misalnya, tentu saja kita tahu sudah ada banyak content creator yang memiliki niche memasak atau makanan. Tapi, kenapa Mursid bisa menjadi pemenangnya di ajang TikTok Awards?
Hal ini karena personal branding yang dibangun oleh Mursid mampu menarik
perhatian audiens dan membuatnya disukai oleh banyak orang. Jika content
creator lainnya akan membuat masakan dengan langsung atau to the point
membuat masakan yang sudah pasti enak dan berhasil, Mursid akan tetap
mengunggah videonya meski masakannya gagal. Selain itu, gaya bicara dan ekspresinya
juga unik.
4.
Berinteraksi dengan Audiens
Jangan menjadi "sok ngartis" dengan membiarkan audiens terdiam
setelah melihat konten kita. Lakukan interaksi dengan audiens untuk
meningkatkan engagement akun. Kita dapat membalas komentar, menjawab
pertanyaan, membuat polling, dan sebagainya. Semakin aktif berinteraksi
dengan audiens, maka semakin besar juga peluang untuk membentuk followers
yang loyal.
5.
Buat Konten yang Berkualitas
Daripada membuat konten yang asal-asalan, lebih baik buat konten yang berkualitas agar audiens betah melihat konten kita. Buat konten yang informatif, menghibur, serta memberikan nilai tambah untuk audiens. Selain itu, kita juga dapat menambah efek-efek yang unik pada konten video.
Agar lebih mudah dalam proses editing, kita dapat menggunakan tools seperti Canva dan menggunakan aplikasi edit video seperti:
- Adobe Premiere Pro
- Adobe After Effects
- DaVinci Resolve
6.
Belajar Digital Marketing
Menjadi content creator pemula bukan hanya soal membuat konten. Tapi, bagaimana cara kita memasarkan konten tersebut agar lebih banyak orang yang melihatnya. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari digital marketing karena kita dapat:
- meningkatkan jumlah followers
- membantu konten lebih mudah ditemukan audiens
- meningkatkan engagement akun
- mengoptimalkan strategi marketing di media sosial
- memahami cara kerja iklan berbayar
- dan sebagainya
Apalagi sekarang mesin pencari di media sosial juga sudah mengadopsi SEO (Search Engine Optimization). Jadi, penting untuk mengetahui teknik SEO dan Digital Marketing lainnya untuk diaplikasikan di konten kita.
Jika ingin belajar digital marketing dan SEO secara lebih mendalam, kamu bisa
mempelajarinya dengan mengambil paket kursus digital marketing yang ada di DUMET School. DUMET School menawarkan paket kursus
digital marketing yang sangat lengkap! Mulai dari SEO, iklan berbayar, email
marketing, dan lain-lain. Selain itu, karena materinya full praktik,
kita dapat langsung menerapkannya di akun atau bisnis kita.
7.
Konsisten
Setelah menerapkan tips-tips yang sebelumnya tapi tidak ada konsistensi, jangan
heran jika akunmu akan tetap sepi. Jadi, pastikan agar tetap konsisten dalam
membuat konten. Buatlah jadwal posting yang teratur dan konsisten. Agar tidak
lupa posting konten, kita dapat menggunakan tools untuk menjadwalkan
konten.
Kesimpulan
Menjadi content creator pemula memang tidak mudah. Butuh usaha dan
konsistensi agar akun kita dapat dijangkau banyak audiens. Dengan menerapkan
tips-tips yang telah disebutkan di atas, kita dapat meraih kesuksesan dan
menjadi seorang content creator yang dikenal banyak orang. Jangan lupa
juga untuk terus mengasah kemampuan dengan belajar video editing
dan digital marketing agar konten menjadi semakin baik dan berkembang dari
waktu ke waktu.
Jika kamu membutuhkan bimbingan untuk mengembangkan keterampilan digital marketing dan video editing, DUMET School siap untuk membantu!
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)