Bisa Gak Sih Iklankan Video dari Channel YouTube Lain?

Kamu yang tergabung di sebuah fandom idola musik, tentunya tahu ya setiap kali ada video klip terbaru dari musik yang dirilis, biasanya akan ada project donasi untuk mengiklankan video musik tersebut. Hal ini bertujuan untuk membantu idola kita meningkatkan views dan engagement dari MV tersebut.

Berdasarkan kejadian tersebut, ada pertanyaan yang sering diajukan, "Memangnya bisa ya pasang iklan di video YouTube orang lain yang bukan milik kita?" Jawabannya adalah: bisa. Tapi, perlu hati-hati ya!

Sebelum paham Google Ads, awalnya kupikir project donasi iklankan MV itu hasil kerjasama dengan agensi. Tapi, setelah dipikir-pikir, agak tidak mungkin ya agensi besar misalnya SM Entertainment yang mengelola banyak idol seperti EXO, Aespa, dll mau melayani permintaan satu per satu dari fans yang mau iklankan MV artis mereka. Apalagi fans k-pop itu menyebar di seluruh dunia.

Setelah aku pelajari dan sedikit ngulik Google Ads, ternyata cara mengiklankan video di YouTube itu nggak sesulit yang dibayangkan. Dan tidak melanggar aturan juga, asal tidak SPAM. Bahkan, ada sedikit celah di sistem YouTube dan Google Ads yang bisa kita manfaatkan.

Apa Harus Izin Pemilik Channel?

Ada banyak yang berpikir, untuk mengiklankan video orang lain, kita harus mendapatkan izin resmi dari pemilik channel. Misalnya, dengan menghubungkan akun Google Ads kita ke channel YouTube tersebut. Untuk beberapa kasus memang benar seperti itu caranya. Apalagi jika kita adalah brand atau agensi yang berkolaborasi dengan content creator.

Tapi, untuk kasus seperti fandom yang mau membantu menaikkan views MV idola, beda lagi ceritanya! Ternyata, ada fitur di Google Ads yang memungkinkan kita untuk membuat iklan video hanya dengan memasukkan URL video saja. Jadi, kita nggak perlu repot-repot punya akses langsung ke channel mereka.

"Loh, emangnya bisa?"

Bisa. Rahasianya, ada di kebijakan monetisasi YouTube. Ada banyak MV idola dari agensi besar yang ternyata sengaja tidak dimonetisasi. Artinya, agensi tidak mengambil keuntungan dari iklan yang muncul di video tersebut. Alasannya bermacam-macam, misalnya:

  • menghindari iklan yang tidak relevan (iklan produk dari brand yang bekerjasama dengan idol lain atau MV idola lain)
  • membiarkan views berjalan dengan organik

Jadi, jika videonya belum dimonetisasi, biasanya ada ruang iklan yang kosong dan bisa dimanfaatkan pengiklan tanpa mengurangi pendapatan pemilik channel. Oleh karena itu, Google akan melihat hal ini sebagai peluang. Google akan membiarkan siapa saja untuk "mengisi" ruang kosong tersebut dengan iklan mereka. Selama iklan valid, tidak SPAM, dan tidak melanggar kebijakan.

Jadi, ketika sebuah fandom mengiklankan MV idola mereka, mereka membayar Google untuk menampilkan iklan yang kontennya adalah MV itu sendiri. Mereka tidak memonetisasi video tersebut. Justru mereka akan membantu menaikkan views dan popularitas idola mereka.

Strategi yang Menguntungkan

Dari sudut pandang fandom, ini adalah cara yang paling efektif untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap idola. Mereka bisa mengumpulkan donasi dari seluruh dunia, menyatukan kekuatan, dan menggunakannya untuk promosi yang langsung berdampak (meningkatkan views). Ini adalah bukti nyata betapa suportifnya sebuah fandom.

Sedangkan dari sudut pandang agensi, ini adalah promosi gratis. Mereka mendapatkan views tambahan, engagement tinggi, dan popularitas idol mereka makin meroket, tanpa harus mengeluarkan "biaya iklan" sepeser pun. Mereka juga bisa melihat seberapa besar antusiasme fandom di setiap negara, yang bisa menjadi data berharga untuk strategi promosi selanjutnya.

Jadi, hal ini bukan karena ada kolaborasi rahasia atau sistem otomatis yang canggih dari agensi, melainkan karena fandom berhasil memanfaatkan sebuah celah yang ada di ekosistem periklanan YouTube.

Belajar Beriklan Menggunakan Google Ads

Dari sini bisa kelihatan ya, dunia digital marketing memang penuh trik dan strategi seru yang kadang nggak banyak orang tahu. Jika kamu tertarik untuk mendalami lebih jauh tentang cara kerja Google Ads, YouTube Ads, atau platform periklanan lainnya, kamu bisa mengikuti kursus digital marketing di DUMET School.

Kami punya paket kursus yang lengkap, mulai dari dasar sampai tingkat mahir, yang bisa membantu kamu menguasai dunia digital marketing. Penasaran? Yuk, cek paketnya di website DUMET School!

28 Agustus 2025

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Mini Bootcamp Backend Laravel 11 Bulan Mei 2024 di DUMET School
Webinar Selanjutnya Mei 2024

Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB

(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)

chat