Tips Menjalankan Google Ads untuk Toko Lokal
Beberapa waktu lalu, ada yang bertanya di grup free webinar digital marketing DUMET School soal campaign untuk toko lokal. Pertanyaan ini cukup menarik karena ada berbagai respon dari para pemiliki bisnis offline yang merasa relate dengan pertanyaan tersebut. Pertanyaannya kurang lebih seperti ini:
"Ada tips untuk search campaign toko lokal? Terus gimana cara ngukur konversinya, dan kalau impression-nya malah banyak muncul di Google Maps, bukan ke website, itu gimana ya?"
Pertanyaan ini langsung dijawab oleh Pak Renra selaku founder dan instruktur Digital Marketing di DUMET School:
"Campaign ini tujuannya apa? Apakah pengen orang datang ke toko langsung, atau paling nggak nelpon atau chat dulu?"
Yang bertanya menjawab, tujuannya adalah supaya orang datang langsung ke toko atau menghubungi via telepon, berikut beberapa tips Google Ads untuk toko lokal yang disarankan oleh Pak Renra:
1. Gunakan Search Campaign yang Arahkan ke Chat WhatsApp
Jika kamu sudah punya landing page dan di dalamnya ada tombol WhatsApp, kamu bisa memanfaatkan search campaign biasa untuk mengarahkan calon pembeli agar langsung klik dan mulai chat. Jadi, kita hanya tinggal memilih keyword yang relevan, misalnya:
- toko sepatu olahraga
- salon terdekat
- toko buku bekas
- dan sejenisnya
Setelah itu, jangan lupa untuk mengarahkan Call to Action (CTA) ke "chat sekarang" atau "konsultasi dulu". Calon pembeli tidak harus langsung membeli, yang penting, ada interaksi dan data yang didapatkan terlebih dahulu.
2. Gunakan Call-Only Campaign
Untuk bisnis yang cocok ditelpon langsung seperti bengkel, dokter, service AC, sedot WC, dan sejenisnya, bisa coba menggunakan campaign call-only. Dengan menggunakan campaign tersebut, orang yang melihat iklan bisa langsung klik tombol telepon, tanpa harus mengakses website kita terlebih dahulu.
Lebih cepat, efektif, dan ada urgensinya.
3. Coba Performance Max (P-Max) untuk Target Lokasi
P-Max adalah salah satu campaign yang sering direkomendasikan oleh Google. Jika toko sudah terdaftar di Google Business Profile (dulunya dikenal sebagai Google My Business), kita bisa jalankan campaign P-Max. Campaign ini bisa bantu iklan tampil di Google Maps dan langsung mengarahkan orang menuju rute lokasi toko.
Apa P-Max Bisa Membuat Boncos?
Setelah menjawab tips-tips tersebut, ada pertanyaan lanjutan, seperti ini: "P-Max tidak akan buat boncoskah? Karena iklannya tampil di tempat lain juga selain search campaign?"
Jawabannya: tergantung.
Jika setting pada audiens, asset iklan, dan data konversinya sudah cukup jelas, P-Max bisa punya performa yang baik. Tapi, jika semuanya masih baru dan belum ada banyak data, sebaiknya gunakan search atau call-only campaign terlebih dahulu agar sistem punya cukup data untuk masuk ke fase learning.
Kesimpulan
Jika kamu punya toko fisik dan ingin mulai beriklan di Google Ads, pastikan terlebih dahulu tujuannya seperti apa? Ingin calon pembeli datang, telpon, atau chat? Setelah itu tentukan jenis campaign yang sesuai. Bisa mulai dari search campaign, call-only, atau jika semuanya sudah pernah dicoba, bisa perluas dengan menggunakan P-Max.
Masih bingung gimana caranya ngatur Google Ads untuk toko lokalmu? Kamu bisa coba ikut Go Digital Bootcamp DUMET School. Di bootcamp ini, kamu bakal belajar Digital Marketing selama 5 hari langsung sambil praktik bareng pak Renra dan instruktur lainnya yang sudah bantu bisnis lokal berkembang lewat Digital Marketing.
Yuk, daftar sekarang sebelum kehabisan kuotanya! Klik link ini ya!
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)