Hati-Hati Melakukan Vibe Coding!
Belakangan ini, istilah vibe coding makin sering seliweran di media sosial. Ini sangat menarik karena akhir ini semakin banyak orang yang akhirnya tiba-tiba bisa membuat website atau aplikasi meskipun tidak ada yang berlatar belakang IT. Vibe coding memang terlihat menarik karena semudah itu untuk membuat website atau aplikasi! Tinggal masukkan prompt ke AI untuk minta dibuatkan website atau aplikasi serta detailnya seperti apa, dan boom! Dalam hitungan jam bahkan menit, hasilnya sudah jadi.
Ketika vibe coding mulai ramai dibicarakan, orang-orang banyak yang berpikir pekerjaan programmer mungkin suatu saat akan bisa digantikan oleh AI. Aku sendiri masih belum percaya dengan hal ini karena tentunya ada perbedaan dengan orang awam yang melakukan vibe coding dengan seorang programmer yang melakukan vibe coding.
Pernyataan ini terjawab juga dengan postingan yang sedang ramai di Threads yang membahas tentang Vibe Coding. Ada apa ya? Sebelumnya, kita bahas terlebih dahulu mengenai Vibe Coding itu sendiri.
Sebenarnya, Apa Itu Vibe Coding?
Vibe coding adalah istilah yang digunakan ketika seseorang membuat aplikasi atau website dengan bantuan AI melalui prompt atau instruksi sederhana, tanpa harus menulis semua kode secara manual. Dengan bantuan AI, proses pembuatan aplikasi memang bisa jauh lebih cepat. Bahkan orang yang belum paham coding pun bisa menghasilkan sesuatu yang tampak berfungsi. Dan menurutku, ini bukan hal yang salah.
Yang Berbahaya Bukan AI-nya
Masalahnya muncul ketika hasil dari vibe coding langsung dijual atau digunakan untuk kebutuhan bisnis komersil tanpa proses pengecekan yang matang. AI memang bisa membantu membuat kode. Tapi AI juga bisa menghasilkan kode yang kurang efisien, memiliki celah keamanan, atau sulit diperbaiki saat terjadi masalah. Kalau pembuatnya tidak memahami dasar coding, mereka akan kesulitan mencari sumber error dan memperbaikinya.
Kasus Real dari Vibe Coding
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada postingan yang sedang ramai di Threads dan membahas Vibe Coding. Jadi, ada orang yang membeli aplikasi untuk kebutuhan bisnisnya. Harganya memang terbilang murah untuk ukuran aplikasi bisnis, hanya 3 juta saja. Saat pertama kali diterima, aplikasinya terlihat bagus. Tampilannya rapi, fiturnya berjalan, dan bisa langsung digunakan. "Untung banget dong!", pikir si pembeli.
Tapi, ada masalah yang mulai muncul beberapa hari kemudian. Aplikasi mulai mengalami error. Gangguan yang awalnya terlihat sepele ternyata berdampak cukup besar dan membuat si pembeli mengalami kerugian sekitar 10 juta! Pembeli pun mencoba menghubungi orang yang membuat aplikasi tersebut untuk meminta bantuan.
Sayangnya, respons yang didapat justru mengejutkan. Orang yang membuat aplikasi itu tidak bisa memperbaikinya, bahkan malah marah dan mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas. Dari situlah terungkap bahwa aplikasi tersebut dibuat dengan metode vibe coding, tapi pembuatnya ternyata tidak benar-benar memahami dasar pemrograman.
Tetap Belajar Dasarnya
Menurutku, vibe coding boleh banget dicoba. Bahkan bisa jadi alat belajar yang sangat membantu dan membuat proses pembuatan website atau aplikasi jadi lebih efisien.
Tapi kalau kamu masih awam coding dan hasilnya ingin digunakan untuk proyek komersial, apalagi melibatkan uang customer, memahami basic coding tetap penting. Setidaknya, kita tahu bagaimana cara membaca alur program, melakukan debugging, dan memastikan aplikasi benar-benar aman digunakan.
Kesimpulan
Vibe coding bukan musuh. Justru teknologi ini bisa mempercepat proses kerja dan membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk membuat produk digital. Tapi kemudahan bukan berarti kita bisa melewatkan fondasinya. AI bisa membantu menulis kode, tetapi tanggung jawab atas kualitas aplikasi tetap ada di tangan manusia yang menggunakannya.
Jadi, silahkan manfaatkan AI untuk membangun aplikasi atau website. Hanya saja, jangan lupa bekali diri dengan pemahaman dasar agar hasilnya tidak sekadar "jadi", tetapi juga benar-benar bisa diandalkan.
Yuk, pelajari programming untuk membuat website atau aplikasi dari basic di DUMET School!
Semoga artikel Hati-Hati Melakukan Vibe Coding ini bisa menambah insight dan membuat kamu lebih berhati-hati lagi ya! Sampai jumpa di artikel yang berikutnya :)
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)