Apa Itu UGC dan EGC dalam Pembuatan Konten?
Konten di media sosial sekarang ga hanya soal visual yang bagus, tapi juga tentang kedekatan dengan audiens. Salah satu cara yang efektif buat membangun interaksi dan kedekatan itu adalah dengan menggunakan User-Generated Content (UGC) dan Employee-Generated Content (EGC). Yuk, kita bahas satu per satu!
Apa Itu UGC?
Seperti namanya, User-Generated Content (UGC) adalah konten yang dibuat oleh audiens atau customer, yang menggunakan produk. Biasanya, konten akan di-upload di akun audiens, bukan di akun brand. Kontennya bisa berupa testimoni, video review, cerita pengalaman pribadi, atau jenis lainnya. Karena dibuat dari sudut pandang pengguna, konten ini terasa lebih jujur dan relatable.
Contoh yang sempat viral adalah video anak kecil yang buka jasa MUA murah di bawah pohon, dan video anak kos yang buka jasa MUA di kamarnya. Ternyata dua video ini adalah bagian dari strategi marketing Emina. Kontennya dibuat seolah-olah dari orang yang menggunakan jasa tersebut, tapi kalau diperhatikan, ada produk Emina yang muncul sekilas.
Dalam konten, tidak menyebut nama brand sama sekali. Jadi, promosinya tidak kelihatan jelas, tapi justru itu yang bikin penonton penasaran. “Pakai produk apa sih?", "Kok bisa hasilnya bagus?", ”Murah amat jasanya." Strategi ini berhasil menciptakan rasa ingin tahu sekaligus efek viral. Itu dia kekuatan User-Generated Content.
Apa Itu EGC?
Berbeda dengan UGC, EGC atau Employee-Generated Content adalah konten yang dibuat oleh karyawan atau tim internal brand. Tujuannya untuk menunjukkan sisi personal dari brand dan memperlihatkan aktivitas nyata di balik layar.
Contohnya bisa kamu lihat dari Wardah, brand yang juga masih satu grup dengan Emina. Pernah lihat bukan konten Wardah yang memperlihatkan layanan personal color test gratis di mall? Atau video yang memperlihatkan seragam baru tim mereka? Nah, dua contoh ini adalah bentuk EGC.
Konten seperti ini memberi kesan bahwa brand terbuka, profesional, dan dekat dengan konsumennya. Apalagi ketika karyawan yang jadi wajah utama kontennya, kesannya jadi lebih natural dan nggak terkesan promosi banget.
Kenapa UGC dan EGC Efektif?
Keduanya sama-sama bisa membangun kepercayaan. Karena yang bicara bukan akun resmi brand, audiens jadi merasa lebih percaya. Bahkan, UGC dan EGC cenderung punya tingkat interaksi yang lebih tinggi dibandingkan konten iklan biasa. Nah, kalau kamu sedang membangun brand, dua strategi ini sangat bisa dicoba. Konten UGC dan EGC tentunya dapat memperluas jangkauan di luar akun brand. Selain itu, konten jenis ini juga dapat meningkatkan kepercayaan dan kedekatan kita sebagai brand dengan audiens.
Kesimpulan
User-Generated Content dan Employee-Generated Content adalah dua pendekatan konten yang terasa lebih personal, natural, dan efektif dalam membangun engagement. Di era media sosial yang serba cepat, konten seperti ini lebih mudah nyantol di kepala audiens karena terasa nyata dan nggak dibuat-buat.
Kalau kamu ingin belajar lebih dalam soal strategi marketing, Google Ads, atau cara optimasi media sosial melalui beriklan, kamu bisa banget gabung di kursus digital marketing di DUMET School. Kelasnya cocok untuk pemula, materinya lengkap, dan bisa langsung praktik. Coba cek yuk jadwalnya, siapa tahu ini awal dari perjalanan barumu di dunia digital!
Semoga artikel Apa Itu UGC dan EGC dalam Pembuatan Konten ini bermanfaat dan menjawab pertanyaanmu ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya :)
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)