Apa yang Terjadi Kalau Strategi Campaign Terus Diubah?
Biasanya, orang-orang yang baru belajar beriklan tangannya akan terasa gatal kalau melihat performa campaign yang belum sesuai harapan. Karena hal ini, banyak pemula yang ingin buru-buru langsung mengubah strategi campaign.
Hari ini ganti target audiens, besok ubah budget, beberapa hari kemudian ganti materi iklan, lalu mencoba strategi bidding yang berbeda. Aku juga paham kenapa hal seperti ini sering dilakukan. Tentu saja kita ingin iklan memberikan hasil terbaik secepat mungkin, bukan?
Tapi sayangnya, terlalu sering mengubah strategi campaign di Meta Ads, Google Ads, maupun TikTok Ads justru bisa membuat performanya semakin sulit dievaluasi.
Sistem Membutuhkan Waktu untuk Belajar
Platform iklan sekarang banyak mengandalkan sistem otomatis untuk mencari audiens dan peluang konversi terbaik. Saat membuat campaign atau melakukan perubahan tertentu, sistem membutuhkan waktu dan data untuk mempelajari performanya.
Di Meta Ads, misalnya, ad set bisa masuk ke fase learning. Perubahan signifikan tertentu dapat membuat proses pembelajaran tersebut dimulai ulang kembali. Sama halnya dengan Google Ads. Platform ini juga memiliki periode learning pada strategi automated bidding tertentu setelah membuat perubahan. TikTok Ads pun sama menggunakan learning phase untuk mengeksplorasi audiens dan membantu sistem melakukan optimasi.
Karena itu, jangan buru-buru menyimpulkan strategi gagal hanya dari performa dalam waktu yang sangat singkat.
Data Jadi Sulit Dibaca
Menurutku, ini salah satu masalah terbesar dari terlalu sering mengubah strategi campaign. Kita jadi tidak tahu perubahan mana yang sebenarnya memberikan pengaruh.
Bayangkan hari Senin mengubah audiens, Selasa menaikkan budget, lalu Rabu mengganti materi iklan. Ketika hasilnya naik atau turun pada Kamis, apa penyebabnya?
Sulit untuk mengetahuinya karena terlalu banyak variabel yang berubah dalam waktu berdekatan.
Performa Bisa Menjadi Tidak Stabil
Mengubah strategi bukan berarti dilarang. Justru optimasi merupakan bagian penting dalam menjalankan iklan. Tapi perubahan sebaiknya dilakukan berdasarkan data, bukan sekadar karena panik melihat performa turun sebentar.
Perubahan besar yang dilakukan terlalu sering berpotensi mengganggu proses optimasi. Sistem belum selesai mempelajari satu kondisi, kita sudah memberinya kondisi baru untuk dipelajari.
Sebaiknya, tentukan periode evaluasi yang masuk akal, melihat data yang sudah terkumpul, lalu mencari bagian mana yang memang perlu diperbaiki. Dengan begitu, keputusan optimasi punya alasan yang lebih jelas.
Jangan Asal Ubah, Pahami Strateginya
Menjalankan iklan bukan sekadar membuat campaign lalu berharap hasilnya bagus. Kita perlu memahami audiens, creative, budget, bidding, tujuan campaign, sampai cara membaca datanya.
Nah, kalau ingin mempelajarinya lebih dalam, kamu bisa mengikuti Kursus Digital Marketing di DUMET School untuk belajar Meta Ads dan Google Ads. Tersedia juga Kursus TikTok Mastery untuk mempelajari TikTok Ads dan berbagai strategi pemasaran melalui TikTok. Dengan memahami cara kerja setiap platform, keputusan untuk mempertahankan atau mengubah strategi campaign bisa dibuat berdasarkan data, bukan sekadar tebakan atau feeling saja.
Yuk, segera hubungi kami untuk informasi yang lebih lanjut! :)
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)