Apa Spreadsheet Bisa Jadi Pengganti Hosting?
Beberapa waktu terakhir ini, aku sering melihat postingan menarik di Facebook dan media sosial tentang konsep website tanpa hosting. Awalnya aku agak bingung. Selama ini yang aku tahu, website pasti butuh hosting untuk menyimpan file dan database.
Tapi ternyata ada cara lain yang mulai dibahas oleh beberapa developer. Dalam konsep ini, Google Spreadsheet atau Google Sheets katanya bisa digunakan sebagai tempat menyimpan data, sehingga terlihat seperti menggantikan fungsi database di hosting.
Dari Mana Ide Ini Muncul?
Pembahasan tentang website tanpa hosting biasanya muncul saat orang membahas cara membuat aplikasi sederhana dengan biaya yang sangat minim. Beberapa developer mencoba memanfaatkan layanan gratis seperti Google Sheets untuk menyimpan data.
Spreadsheet seperti Google Sheets bisa digunakan sebagai tempat untuk menyimpan informasi yang biasanya ada di dalam database. Misalnya data produk, daftar pengguna, atau catatan transaksi sederhana. Bahkan, aku juga sempat menonton tutorial dimana Google Sheets dijadikan dashboard untuk menampilkan konten di website.
Data tersebut kemudian akan diambil oleh website melalui koneksi API atau script tertentu. Jadi website bisa tetap berjalan, tetapi sumber datanya berasal dari spreadsheet.
Apakah Spreadsheet Benar-Benar Menggantikan Hosting?
Setelah aku membaca lebih banyak penjelasan dari para developer, sebenarnya spreadsheet tidak benar benar menggantikan hosting. Fungsinya lebih dekat sebagai pengganti database.
Hosting tetap diperlukan untuk menyimpan file website seperti HTML, CSS, JavaScript, atau aplikasi backend. Namun untuk data yang biasanya disimpan di database seperti MySQL, sebagian orang mencoba menyimpannya di spreadsheet.
Cara ini bisa digunakan untuk proyek kecil, prototipe, eksperimen teknologi, atau website company profile sederhana.
Kenapa Ada yang Menggunakan Cara Ini?
Ada beberapa alasan kenapa metode ini cukup menarik untuk dicoba.
- Pertama, biaya bisa sangat rendah karena banyak layanan spreadsheet yang gratis.
- Kedua, pengelolaan data terasa lebih sederhana karena tampilannya seperti tabel biasa. Bahkan orang yang tidak terlalu teknis pasti bisa memahami strukturnya.
- Selain itu, spreadsheet juga mudah diakses dan diperbarui tanpa harus masuk ke sistem database yang lebih kompleks.
Kesimpulan
Diskusi tentang website tanpa hosting memang cukup ramai di media sosial. Dari yang aku baca di Facebook dan berbagai platform lainnya, konsep yang sering dibahas sebenarnya bukan benar benar mengganti hosting, tetapi mengganti fungsi database dengan spreadsheet.
Spreadsheet digunakan sebagai tempat menyimpan data yang kemudian diakses oleh website melalui script atau API. Pendekatan ini bisa jadi solusi sederhana untuk proyek kecil, tapi tetap memiliki batasan jika digunakan dalam skala besar.
Kalau ingin memahami bagaimana website bekerja dari sisi frontend sampai backend, termasuk cara mengelola database dan membangun aplikasi web yang lebih kompleks, di DUMET School tersedia paket kursus fullstack developer yang membahas proses pengembangan website secara lengkap. Jadi tidak hanya tahu konsepnya, tapi juga bisa mempraktikkannya secara langsung.
Yuk, segera hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lengkap!
Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa memberikan insight ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya :)
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)