Nulis Blog di Tahun 2026, Worth It atau Tidak?
Waktu lagi buka X dan Threads, ada satu pembahasan yang cukup menarik karena aku sendiri masih suka dengan kegiatan ini, yap, menulis! Ada pertanyaan yang isinya kurang lebih isinya bertanya seperti ini: "masih worth It nggak sih nulis blog di tahun 2026?". Ternyata jawabannya macam-macam, dan intinya semuanya tergantung pada tujuan masing-masing.
Untuk yang Suka Menulis
Kalau tujuan utamanya memang hanya ingin menulis, menumpahkan ide yang ada di kepala, hobi berbagi cerita dan ilmu, blog masih menjadi tempat yang nyaman. Kita bisa menulis lebih panjang, tidak terpaku dengan aturan, bebas mengatur tampilan website, kelompokkan artikel sesuai kategori, dan lain-lain. Semuanya bisa diatur sesuai dengan keinginan kita. Jadi, kita tidak bergantung dengan media sosial yang algoritmanya bisa berubah kapan saja.
Untuk yang Mau Kejar Traffic dan Cuan
Banyak yang bilang blog sudah tidak seefektif dulu lagi untuk mencari cuan. Hal ini karena persaingan di mesin pencari sudah semakin ketat. Apalagi sekarang ada AI Overview dan platform AI yang mulai menjawab pertanyaan pengguna secara langsung tanpa perlu klik link-link tertentu. Oleh karena itu, menulis blog jadi terasa lebih menantang.
Lalu, bagaimana solusinya?
1. Gunakan Medium atau Substack
Di pembahasan tersebut, ada banyak yang menjawab "coba nulis di Medium atau Substack aja!" Untuk yang belum tahu, Medium memang cocok untuk dijadikan platform menulis apalagi sudah punya banyak pengguna. Platform ini cocok untuk penulis yang mau menjangkau pembaca tanpa harus memikirkan urusan teknis seperti hosting, domain, atau optimasi website.
Sementara Substack biasanya digunakan untuk membangun komunitas pembaca melalui newsletter. Jadi, setiap ada tulisan baru dari kita, pembaca bisa langsung mendapatkan informasinya lewat email. Jadi, dua platform ini bisa jadi opsi kalau kamu memang mau fokus membangun audiens.
2. Microblog di X, Threads, atau Facebook
Saat ini, X (centang biru) dan Facebook (Pro) punya program Monetisasi, dimana setiap postingan yang dibuat bisa mendapatkan uang sesuai dengan traffic yang didapatkan. Jadi, tidak ada salahnya juga untuk memanfaatkan kedua platform ini untuk berbagi tulisan.
Selain itu, kita juga bisa manfaatkan Threads untuk affiliate, dengan catatan tidak membuat postingan yang benar-benar hard selling karena banyak orang yang tidak senang dengan postingan semacam ini. Contohnya, ada banyak yang share resep masakan, tapi ternyata saat buka isi postingannya, semua bahan masakan tidak disebut dan hanya memberikan link saja. Postingan seperti ini banyak membuat orang marah karena informasi yang dibagikan terasa terbatas dan akhirnya akunnya akan di-block atau di-mute agar tidak lewat lagi di timeline.
Jadi, pastikan untuk share informasi yang bermanfaat dan relevan dengan orang-orang agar engangement meningkat dan setelah itu bisa dicampur dengan affiliate, jual produk digital, mengarahkan ke kelas tertentu, dan lain-lain.
Jadi, Apa Masih Worth It?
Menurutku, jawabannya tergantung tujuan yang sudah disebutkan di atas. Kalau berharap blog langsung menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat, jalannya memang tidak semudah dulu. Tapi, kalau mau membangun personal branding, membuat portofolio, berbagi ilmu, atau mengembangkan aset digital jangka panjang, blog tetap layak untuk dipertahankan.
Bahkan, ini bisa jadi lebih menarik lagi kalau blog dipadukan dengan platform lain seperti Medium, Substack, X, Facebook, atau Threads. Dengan begitu, tulisan yang dibuat punya peluang menjangkau lebih banyak orang, tanpa bergantung pada satu platform saja.
Bagaimana? Semoga artikel Nulis Blog di Tahun 2026, Worth It atau Tidak ini bermanfaat dan bisa menjawab pertanyaanmu ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya :)
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)