Kenapa Konten Ramai Belum Tentu Menghasilkan Penjualan?

Masih ingat deh waktu masih awal belajar soal konten, aku sempat mengira semua konten punya tujuan yang sama. Pokoknya yang penting viral, views tinggi, likes banyak, dan jangkauannya luas berarti kontennya sudah berhasil.

Tapi, ternyata setelah sering baca-baca dan mencoba mengaplikasikan strategi konten, ternyata ada dua jenis konten yang sebaiknya digunakan secara bersamaan. Yaitu konten untuk menarik perhatian dan konten untuk menghasilkan penjualan.

Konten yang Berkembang

Sampai saat ini, masih ada banyak orang yang hanya fokus membuat konten yang berpotensi viral. Sebenarnya, memang tidak salah, karena konten seperti ini bisa membantu akun dikenal lebih banyak orang. Konten seperti ini biasanya akan membantu akun jadi lebih berkembang dan membawa beberapa followers. Bentuk konten yang dibuat bisa seperti:

  • Tutorial
  • POV
  • Behind the scenes
  • Tips dan trik
  • Tanya jawab
  • Meme
  • Konten tren

Tujuan utamanya bukan langsung jualan, tapi untuk mendatangkan audiens baru atau mengenalkan akun ke banyak orang. Jadi, orang yang tadinya tidak tahu akun kita jadi mulai mengenal siapa kita dan apa yang kita bahas.

Dan dari contoh-contoh bentuk konten di atas, konten jenis ini biasanya harus bisa menjawab pertanyaan seperti:

  • Bagaimana cara melakukannya?
  • Bagaimana cara kerjanya?
  • Tren apa yang sedang ramai?

Karena itulah konten jenis ini sering mendapatkan banyak views karena orang memang suka mencari informasi dan hiburan.

Konten yang Menghasilkan Penjualan

Setelah audiens datang, tugas berikutnya adalah membangun kepercayaan dan mendorong audiens untuk melakukan pembelian. Nah, di sinilah kita membutuhkan konten konversi. Contohnya:

  • Studi kasus
  • Testimoni dan pencapaian
  • Metode kerja
  • Solusi masalah
  • Before dan after
  • FAQ tentang produk atau jasa
  • Perbandingan nilai
  • Keunggulan dibanding kompetitor

Konten jenis ini bisa membantu calon customer memahami alasan kenapa mereka harus membeli dari kita. Selain itu, konten konversi fokus menjawab pertanyaan yang lebih dalam. Misalnya:

  • Kenapa aku harus peduli?
  • Kenapa ini pilihan yang tepat?
  • Kenapa aku harus percaya sama kamu?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering muncul sebelum seseorang memutuskan membeli sesuatu.

Akun yang Sehat Butuh Keduanya

Setelah tahu jenis konten dan tujuannya, aku jadi paham kenapa ada akun yang views-nya besar tapi penjualannya biasa saja. Bisa jadi mereka terlalu banyak membuat konten yang berkembang tanpa diimbangi konten yang mengenalkan produk.

Sebaliknya, ada juga akun yang isinya hard selling alias jualan terus. Masalahnya, orang baru tentu saja tidak akan mengikuti akun yang isinya hanya jualan saja. Mereka akan berpikir apa yang bisa didapat dengan mengikuti akun kita.

Makanya dua jenis konten ini perlu berjalan bersama dalam satu akun.

Misalnya, buat konten dengan hook menarik seperti "5 cara membuat website gratis". Setelah audiens masuk, kita bisa melanjutkan dengan konten yang menunjukkan hasil nyata, seperti strategi yang berhasil membantu klien atau murid membuat website yang profesional.

Kesimpulan

Konten yang berkembang dan konten yang menghasilkan penjualan sebenarnya punya fungsi berbeda. Konten yang berkembang bisa membantu mendatangkan perhatian. Sedangkan konten konversi membantu mengubah perhatian itu menjadi kepercayaan dan penjualan.

Jadi, saat membuat konten, jangan hanya bertanya "gimana caranya agar konten kita viral?", tapi juga "gimana caranya supaya orang percaya dengan akun kita?". Biasanya, hasil terbaik datang ketika kedua jenis konten ini digunakan secara seimbang.

Gimana? Semoga artikel ini bisa menjawab pertanyaan Kenapa Konten Ramai Belum Tentu Menghasilkan Penjualan ini ya! Kalau kamu mau belajar bagaimana agar akun kita banyak dilirik orang dan menghasilkan penjualan, di DUMET School tersedia paket kursus digital marketing yang bisa membantu kamu lebih memahami strategi digital marketing dari nol!

Segera hubungi kami untuk informasi lebih detail. Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya :)

30 Mei 2026

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Mini Bootcamp Backend Laravel 11 Bulan Mei 2024 di DUMET School
Webinar Selanjutnya Mei 2024

Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB

(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)

chat