Kesalahan yang Sering Dilakukan Desainer Pemula

Kebanyakan orang yang baru saja belajar desain fokus hanya di satu hal: buat desain yang bagus. Pokoknya desain harus keren, aesthetic, penuh efek, dan terlihat beda dari yang lain. Padahal, ada hal penting yang sering dilupain sama desainer pemula, yaitu konsistensi.

Salah satu hal yang sering aku perhatikan adalah organisasi sekolah, misalnya OSIS. Biasanya, mereka akan buat desain saat ada event atau ucapan di hari-hari besar. Tapi, yang aku lihat, desainnya tidak konsisten. Pada desain A, mereka akan gunakan warna yang dominan biru, tapi pada desain B mereka gunakan warna yang dominan hijau. Apalagi ketika ada hari besar, biasanya desain akan terlihat lebih beragam.

Mereka hanya fokus pada hal ini:

  • harus ada logo sekolah dan osis
  • username di setiap socmed

"Yeuuu, mereka kan cuma selingan aja buat desainnya, ga formal kok!"

Mungkin akan ada yang bilang seperti ini, tapi percaya deh kalau desainnya konsisten, buat desain bakal jadi terasa lebih mudah dan cepat daripada biasanya!  Selain itu, desain yang diposting di socmed akan lebih enak dilihat, terlihat rapi, punya ciri khasnya masing-masing, dan mudah diingat orang.

Ehem, by the way, hal ini juga sering terjadi pada brand atau bisnis yang baru saja rilis. Jadi, kalau merasa sering membuat desain yang tidak konsisten, sini kita bahas bersama mengenai kesalahan yang sering dilakukan desainer pemula.

Kenapa Konsistensi Desain Itu Penting?

Desain itu bukan cuma soal visual yang enak dilihat. Lebih jauh lagi, desain adalah cara sebuah brand berkomunikasi dengan audiensnya. Kalau tiap kali bikin desain selalu beda gaya, orang jadi sulit mengenali.

Misalnya gini, semua orang tahu branding Mixue adalah warna merah, kalau mereka tiba-tiba jadi hijau, rasanya bakal aneh, kan? Nah, hal ini juga sama analoginya dengan desain. Dengan desain yang konsisten, brand akan terlihat lebih profesional dan mudah diingat.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Desainer Pemula

Font gonta-ganti

Banyak desainer pemula yang suka coba semua font. Untuk proses belajar, mungkin tidak masalah karena kita harus mencoba berbagai macam desain. Tapi, jika sudah menyangkut branding suatu hal, jangan lakukan ini karena biasanya hasil akhirnya jadi terlihat berantakan.

Warna tidak teratur

Satu desain pakai warna biru, besok pakai oranye, lusa hijau terang. Duh, padahal, warna itu salah satu elemen paling kuat buat nempel di kepala orang.

Tidak punya pedoman desain

Brand besar biasanya punya guidelines yang jelas yang berisi font apa yang dipakai, warna apa yang jadi identitas, jarak logo dari tepi desain, dan lain-lain. Desainer pemula sering melewatkan hal ini. Tapi, kalau benar-benar masih pemula, tidak masalah kok dimulai dari menentukan warna dan font yang akan digunakan.

Tips Biar Desain Lebih Konsisten

  • Tentukan palet warna utama: Pilih 2–3 warna yang akan jadi identitas. Kalau bingung, bisa ambil dari warna logo, dan kalau ada warna yang dirasa kurang cocok, bisa ambil 1 warna dari logo, dan sisanya bisa mencari yang terasa lebih pas. Kamu juga bisa mencari inspirasi di website lain atau gunakan color wheel generator.
  • Gunakan font tetap: Tentukan 1 font utama untuk judul, 1 font pendamping untuk isi. Setelah itu, pastikan untuk tidak ganti-ganti lagi.
  • Buat brand kit di Canva: Kalau kamu pakai Canva, lebih mudah lagi! Manfaatkan fitur brand kit. Kamu bisa simpan warna, font, logo, dan elemen desain lainnya. Jadi, nggak usah repot setting ulang tiap bikin desain.
  • Buat file guidelines sederhana: Nggak harus ribet, bisa pakai Google Docs atau PDF kecil yang berisi aturan warna, font, dan logo. Jadi, siapapun yang bikin desain untuk brand itu bisa mengikuti pedoman yang sama.

Konsistensi Itu Branding

Intinya, jangan cuma mikirin desain yang keren aja. Justru dengan desain yang konsisten, brand atau bisnismu bakal jadi lebih mudah dikenal orang. Konsistensi bikin brand terlihat profesional, meskipun desain yang dipakai sederhana.

Jadi, kalau kamu masih belajar desain, mulai biasakan bikin aturan sendiri. Warna apa yang dipakai, font apa yang dipilih, sampai gaya visual seperti apa yang mau ditonjolkan. Dari situ, identitas brand kamu bakal terbentuk dengan lebih kuat.

Nah, itu dia bahasan tentang kesalahan yang sering dilakukan desainer pemula. Semoga bisa jadi pengingat ya kalau desain itu bukan cuma soal estetika, tapi juga soal identitas.

Kalau kamu pengen belajar lebih dalam lagi tentang desain grafis, DUMET School punya paket kursus graphic design yang bisa bantu kamu step by step. Mulai dari teori dasar sampai praktek langsung, semua diajarin biar skill desainmu makin matang dan bisa dipakai buat kerja maupun bisnis!

Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya :)

1 Oktober 2025

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Mini Bootcamp Backend Laravel 11 Bulan Mei 2024 di DUMET School
Webinar Selanjutnya Mei 2024

Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB

(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)

chat