Kenapa Sekarang Banyak yang Menggunakan Threads?

Awal kemunculan Threads, banyak yang skeptis karena terasa seperti platform X atau yang dulu disebut Twitter. Isi Threads dinilai sama dengan X karena berbasis tulisan. Bahkan, setelah rilis, penggunanya tidak terlalu aktif, hanya ikut daftar karena terhubung langsung dengan Instagram.

Tapi, siapa sangka. Sudah beberapa bulan terakhir ini, Threads menjadi ramai dari hari ke hari. Aku juga yang awalnya sering mengakses X, jadi sering mengakses Threads untuk melihat informasi terkini atau membaca postingan orang-orang yang lewat timeline.

Kira-kira kenapa ya sekarang ada banyak yang menggunakan Threads? Menurutku beberapa hal ini jadi penyebabnya:

1. Lebih Cepat Viral

Hal yang paling terasa dari Threads itu, jangkauannya luas banget. Postingan sederhana pun bisa dilihat banyak orang, bahkan dari akun yang belum punya followers satu pun. Ini bikin banyak orang merasa punya kesempatan yang sama untuk dilihat. Karena itu juga, banyak yang akhirnya lebih semangat untuk konsisten posting.

2. Banyak yang Pakai untuk Curhat dan Sharing

Threads terasa lebih “manusiawi”. Banyak orang yang menggunakan platform ini untuk cerita, sharing pengalaman, atau sekadar mengeluarkan uneg-uneg. Karena bentuknya tulisan, penyampaiannya pun jadi lebih leluasa. Efeknya, konten yang muncul terasa lebih relate. Orang jadi lebih gampang nyambung dan ikut berdiskusi.

3. Fokus ke Tulisan, Jadi Lebih Ringan

Tidak semua orang nyaman harus bikin konten visual terus-menerus. Seperti aku hehe. Di Threads, kita cukup tulis apa yang ingin disampaikan. Tidak perlu mikirin desain, edit video, atau hal teknis lainnya. Buat yang ingin tetap aktif tanpa ribet produksi konten, ini jadi solusi yang cukup nyaman.

4. Tempat Baru untuk Bangun Personal Branding

Karena peluang viralnya masih besar, banyak akun mulai memanfaatkan Threads untuk bangun personal branding. Konten seperti opini, insight, atau pengalaman pribadi jadi lebih mudah tersebar. Dari sini, perlahan orang mulai dikenal dari cara berpikir dan gaya komunikasinya.

Tapi, Ada Juga Minusnya

Di balik ramainya Threads, ada beberapa hal yang mulai terasa cukup mengganggu untukku:

1. Banyak Affiliator yang Tidak Paham Konteks

Sekarang mulai banyak affiliator yang sembarangan membuat konten dan menyebar link affiliate. Akhirnya, timeline jadi penuh postingan yang isinya promosi, ditambah komentar berisi link yang terasa “nyampah”. Polanya mirip seperti yang dulu terjadi di platform X.

2. Konten yang Di-copy untuk Kepentingan Affiliate

Selain itu, ada banyak orang juga yang mengambil konten orang lain lalu dijadikan bahan promosi affiliate. Akibatnya, konten yang muncul jadi kurang orisinal. Ini bisa bikin kepercayaan audiens turun karena terasa tidak autentik.

Kesimpulan

Threads jadi ramai karena memberikan peluang besar, terutama dari sisi jangkauan dan kemudahan dalam membuat konten. Banyak orang memanfaatkannya untuk sharing, membangun personal branding, atau sekadar aktif tanpa tekanan harus membuat konten visual. Tapi di sisi lain, hal yang mengganggu juga mulai muncul dari para affiliator yang selalu sebar link sembarangan.

Jadi, meskipun peluangnya besar, tetap penting untuk menggunakan Threads dengan cara yang lebih bijak dan tetap menjaga kualitas konten. Kalau kamu gimana? Sering buka Threads nggak?

31 Maret 2026

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Mini Bootcamp Backend Laravel 11 Bulan Mei 2024 di DUMET School
Webinar Selanjutnya Mei 2024

Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB

(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)

chat