Tips Laris Berjualan di TikTok
Aku ingat waktu pertama kali lihat cara orang berjualan di TikTok, ada beberapa hal yang membuatku cukup kebingungan. Salah satunya adalah bagaimana toko yang video-videonya simpel dan sederhana bisa mempunyai jumlah orderan yang luar biasa banyak?
Tapi, setelah sering berselancar di TikTok dan melihat konten para seller dan affiliator, ternyata jualan di TikTok itu bukan hanya soal seberapa bagusnya produk, tapi bagaimana cara mereka membangun perhatian.
TikTok punya algoritma untuk yang bikin konten bisa cepat menyebar. Oleh karena itu, strategi jualannya juga terasa beda dibanding marketplace biasa.
1. Fokus ke Konten, Bukan Hard Selling
Dari yang aku lihat, video yang terlalu “jualan” biasanya gampang di-skip. Konten yang lebih menarik justru yang terasa natural. Misalnya kasih demo produk, cerita pengalaman, before after, atau konten UGC dan EGC. Jadi penonton merasa sedang nonton konten, bukan iklan sebuah produk.
2. Gunakan Keyword di Video
TikTok juga sekarang punya sistem pencarian seperti SEO. Makanya, penting untuk memasukkan keyword di caption, text video, dan voice over. Misalnya kita menjual tas kerja, coba sebut kata seperti “tas kantor serbaguna”, “tas kerja muat laptop”, dan lain-lain.
Cara ini bisa bantu video kita jadi lebih mudah muncul di pencarian TikTok.
3. Upload Secara Konsisten
Banyak seller yang mulai ramai bukan karena satu video viral, tapi karena konsisten upload. Semakin banyak konten yang dibuat, semakin besar peluang video masuk FYP. Selain itu, akun juga terlihat lebih aktif dan meyakinkan.
4. Manfaatkan Live Streaming
Live di TikTok sekarang cukup besar pengaruhnya untuk penjualan. Karena lewat live, calon pembeli bisa langsung lihat dan tanya seputar produk secara real time. Ini bikin orang lebih percaya sebelum checkout.
Tidak harus langsung setup besar. Yang penting pencahayaan jelas dan cara menjelaskan produk enak didengar.
5. Gunakan Affiliate
Salah satu hal yang bikin TikTok menarik dan banyak dilirik adalah adanya sistem affiliate. Produk bisa dipromosikan banyak kreator sekaligus. Jadi, seller tidak harus upload semua konten sendiri.
Dan dari yang aku lihat, toko yang aktif pakai affiliate biasanya lebih cepat dapat traffic.
Kesimpulan
Jualan di TikTok itu memang bukan hanya soal upload produk lalu menunggu pembeli datang. Perlu strategi mulai dari proses pembuatan konten, penggunaan keyword, konsistensi upload, live streaming, sampai affiliate. Semakin paham cara kerja platformnya, semakin besar juga peluang produk untuk banyak dilirik dan menghasilkan penjualan yang laris manis.
Buat yang ingin belajar lebih dalam tentang TikTok Shop, TikTok Ads, live streaming, dan strategi konten, di DUMET School tersedia paket kursus TikTok yang membahas semuanya dari dasar sampai praktik langsung.
Segera hubungi kami untuk informasi selengkapnya!
Semoga artikel Tips Laris Berjualan di TikTok ini bermanfaat ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya :)
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)