Perbedaan Google Search Console dan Google Analytics
Ada yang ngerasa gini juga gak sih?
Kadang kita buka dashboard Google Analytics dan Google Search Console, terus mikir, “Ini dua tool kok kelihatannya mirip ya?”. Sama-sama ada grafik, sama-sama ada angka, sama-sama bahas pengunjung. Ada gak sih bedanya? Kenapa harus dijadiin 2 tool yang berbeda?
Perbedaannya
Jawabannya, ada perbedaan! Biar lebih gampang dibayangin, kita bahas bareng yuk pakai analogi. Anggap aja website kita itu seperti sebuah toko.
Google Search Console itu ibarat papan nama dan brosur yang dipasang di luar toko. Fungsinya buat narik orang supaya tahu toko kamu ada di mana dan tertarik buat mampir.
Sedangkan Google Analytics itu ibarat kamera CCTV yang ada di dalam toko. Tugasnya buat ngeliat apa aja yang dilakukan orang setelah mereka masuk ke toko.
Google Search Console
Analogi lainnya seperti ini:
Google Search Console itu ngurus bagian luar toko. Jadi, dia fokus ke hal-hal yang terjadi sebelum orang masuk ke website kamu.
Di sini kamu bisa tahu:
- Kata kunci apa yang diketik orang di Google sampai website kamu muncul
- Posisi website kamu ada di halaman berapa
- Apakah ada halaman yang error atau link yang rusak
Simpelnya, Google Search Console bantu kamu ngerti gimana cara orang nemuin website kamu lewat Google.
Google Analytics
Nah, kalau Google Analytics itu ngurus bagian dalam toko. Dia baru mulai bekerja setelah orang berhasil masuk ke website kamu.
Lewat sini kamu bisa lihat:
- Pengunjung datang dari mana saja
- Mereka betah atau langsung keluar
- Berapa banyak yang akhirnya klik tombol daftar, beli, atau isi form
Google Analytics bakal bantu kamu memahami apa yang dilakukan pengunjung setelah mereka ada di dalam website.
Kenapa website butuh dua duanya?
Kalau cuma pakai salah satu, gambaran yang kamu dapat bakal setengah setengah.
Misalnya, kamu sudah tahu banyak orang nemuin website kamu dari Google. Tapi tanpa Google Analytics, kamu tidak tahu apakah mereka beneran baca kontenmu, daftar, atau cuma lewat aja dan malah langsung pergi.
Sebaliknya, kalau cuma pakai Google Analytics, kamu bisa lihat aktivitas pengunjung, tapi kamu tidak bisa lihat apakah halaman yang dituju benar-benar tayang atau tidak, dan apakah performanya sudah bagus atau tidak.
Jadi, Google Search Console itu bantu kamu menarik orang datang, sedangkan Google Analytics bantu kamu mengubah pengunjung jadi calon pembeli.
Dua duanya saling melengkapi. Website jadi bukan cuma ramai, tapi juga lebih terarah dan lebih siap menghasilkan hasil nyata.
Kalau kamu mau belajar kedua tools ini, kamu bisa pelajari lebih detail di kursus digital marketing DUMET School. Selain belajar tools, kamu juga bisa belajar banyak tips seputar promosi produk secara online.
Segera hubungi admin kami ya untuk informasi lebih lengkap :)
Semoga artikel ini bermanfaat ya, sampai jumpa di artikel yang selanjutnya!
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)