Cara Memastikan Desain PDF Tidak Berubah di Canva
Aku baru-baru ini kebingungan ketika akan mencetak stiker untuk produk kue. Aku sempat membuat stiker di Canva, namun ketika akan mencetaknya, tukang cetak mengatakan desainnya berubah saat dibuka di CorelDRAW! Wah, aku cukup kebingungan saat itu.
Dari tampilan screenshot-nya, tampilannya benar-benar berubah. Mulai dari teks yang berubah jenisnya, posisi setiap elemen yang bergeser, ada yang hilang, hingga tampilannya berbeda dari desain yang sudah rapi dibuat.
Aku penasaran dan mencoba membukanya juga di Photoshop dan Affinity, ternyata benar! Desainnya sama seperti di percetakan, hasilnya berantakan.
Setelah mencari tahu, ternyata, ada satu hal yang terlewat saat menyimpan file dari Canva ke PDF. Nah, sebelum mencetak desain dalam file PDF, pastikan dua hal berikut ini agar desain tetap rapi dan sesuai dengan yang terlihat di layar:
Pilih Jenis PDF Sesuai Kebutuhan
Saat klik tombol Download di Canva dan pilih format PDF, biasanya akan muncul 2 opsi, PDF Standard dan PDF Print. Dari sini, jangan sampai salah memilih format PDF. Ini perbedaannya:
- PDF Standard: pilih ini kalau desainnya hanya untuk dikirim lewat email, WhatsApp, diunggah ke website, atau hanya untuk kebutuhan digital. Dengan memilih PDF Standard, ukuran file akan lebih ringan dan tetap terlihat bagus di layar.
- PDF Print: seperti namanya, pilih opsi ini untuk mencetak desain. Misalnya untuk brosur, katalog, poster, buku, dan sebagainya. Format ini punya kualitas yang lebih tinggi dan resolusi yang lebih tajam.
Sebagai tambahan, kalau memilih PDF Print, pastikan untuk memilih Color profile "CMYK". Dengan memilih CMYK, hasil cetak warna akan mendekati apa yang dilihat di layar.
Pilih Flatten PDF
Ini adalah salah satu opsi yang sering terlewat. Flatten PDF berfungsi untuk menggabungkan semua elemen desain menjadi satu layer tetap. Artinya semua elemen, teks, gambar, dan efek yang ada di dalam desain akan dikunci agar hasilnya tidak berubah atau bergeser posisinya saat dibuka di platform lain.
Tanpa mencentang opsi ini, biasanya akan ada perubahan desain ketika dibuka di aplikasi desain yang ada di percetakan. Lihat perbedaan gambar ini untuk melihat perbedaan dari menggunakan Flatten PDF dan tidak mencentangnya:
Kesimpulan
Saat membuat desain di Canva, perhatikan kebutuhan desain untuk apa. Kalau untuk klien atau kebutuhan cetak, pastikan format desain menyesuaikan kebutuhan dengan memilih PDF Print, CMYK, dan Flatten PDF.
Kalau ingin belajar desain lebih dalam, termasuk memahami alur kerja file cetak secara profesional menggunakan Photoshop, Illustrator, dan InDesign, di DUMET School tersedia paket kursus graphic design yang membahas semuanya dari dasar sampai praktik langsung. Jadi bukan cuma bisa bikin desain yang bagus, tapi juga tahu cara menyiapkan file akhir yang benar dan aman.
Semoga artikel ini bermanfaat ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya :)
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)