Perbedaan Demand Gen dan Performance Max
Saat awal belajar Google Ads, aku sempat mikir campaign Demand Gen dan Performance Max itu sama saja. Aku juga sempat bertanya-tanya "kenapa harus ada demand gen dan performance max kalau kedua campaign ini sama-sama bisa tayang di banyak placement dan punya sistem otomatis?".
Tapi, setelah coba pelajari dan pahami pelan-pelan, ternyata kedua campaign ini punya tujuan yang cukup berbeda.
Kenapa Kelihatan Sama?
Yang cukup membuatku bingung di awal, itu karena Demand Gen dan Performance Max sama-sama bisa menjangkau banyak channel Google. Iklan bisa tayang di YouTube, Gmail, Discover, dan lain-lain. Jadi, kelihatannya seperti satu jenis campaign yang sama.
Demand Gen
Demand Gen itu fokus pada tahap awal funnel, yaitu awareness. Campaign ini bisa kita gunakan untuk mengenalkan produk atau bisnis ke audiens. Jadi, kita bisa membuat orang-orang yang belum tahu jadi tertarik dengan produk atau bisnis kita.
Biasanya format iklannya lebih menonjolkan visual dan storytelling. Bisa berupa gambar atau video yang menarik perhatian. Jadi, bukan langsung hard selling ya, tapi lebih fokus untuk membuat orang tahu dan sadar dengan keberadaan produk kita.
Performance Max
Nah, campaign Performance Max beda lagi. Campaign ini lebih fokus ke hasil akhir, seperti penjualan, leads, atau konversi. Sistem pada campaign P-Max akan otomatis mencari orang-orang yang memiliki kemungkinan besar akan melakukan konversi.
Jadi, bukan hanya sekadar dilihat atau tertarik saja, tapi langsung menghasilkan goal yang kita inginkan. Semua aset yang dimasukkan ke iklan akan diproses oleh sistem untuk ditampilkan ke audiens yang paling potensial.
Contoh Studi Kasus
Misalnya, ada sebuah brand yang baru saja launching produk. Di awal, mereka bisa menggunakan Demand Gen untuk membuat orang-orang tahu dan tertarik terlebih dahulu. Jadi, konten yang dibuat bisa lebih ringan dan engaging.
Setelah itu, mereka menggunakan campaign P-Max untuk "menangkap" orang-orang yang sudah tertarik tadi agar benar-benar melakukan konversi.
Dari contoh ini, kelihatan ya kalau kedua campaign ini bisa saling melengkapi bukan saling menggantikan satu sama lain.
Perlu diingat juga, bahwa Performance Max sendiri bukan campaign yang bisa berjalan sendiri. Untuk menjalankannya, kita perlu mengumpulkan "data" terlebih dahulu melalui campaign Search atau Demand Gen.
Kesimpulan
Ternyata, Demand Gen dan Performance Max memang berbeda tujuannya. Demand Gen bisa digunakan untuk menarik perhatian dan membangun minat, sedangkan Performance Max untuk mengubah minat tersebut menjadi sebuah "aksi".
Jadi, meskipun iklan tayang di placement yang sama, mereka punya peran yang berbeda sesuai dengan funnel masing-masing.
Nah, untuk kamu yang ingin belajar lebih dalam tentang strategi iklan seperti ini, di DUMET School ada paket kursus digital marketing yang membahas Google Ads dari dasar sampai praktik langsung. Jadi bukan cuma paham teori, tapi juga tahu cara menerapkannya sesuai kebutuhan bisnis.
Segera hubungi kami ya untuk informasi lebih detail.
Semoga artikel Perbedaan Demand Gen dan Performance Max ini mudah dipahami dan menambah insight! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya :)
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)