Perbedaan Chrome dan Chromium
Ada yang sadar ga sih, logo Chrome itu sebenernya ada dua versi. Satu yang warna-warni, satu lagi biru polos. Aku masih ingat, dulu waktu masih sekolah, aku sempat bingung lihat logo Chrome yang biru ini. Jujur aja, waktu itu aku mikir ini virus. Tanpa mikir panjang, langsung aku uninstall. Setelah itu ya udah, aku lanjut pakai Chrome seperti biasa dan ga kepikiran lagi soal si logo biru tadi.
Sampai akhirnya semalam, aku nemu obrolan di X yang ngebahas soal Chrome dan Chromium. Dari situ baru ngeh, ternyata Chrome biru yang dulu aku hapus itu bukan virus, tapi Chromium. Nah, dari sini aku mulai penasaran. Sebenarnya Chromium itu apa sih, dan bedanya apa sama Google Chrome yang biasa kita pakai sehari-hari?
Apa Itu Chromium?
Gampangnya gini, Chromium itu browser versi “mentah”-nya Chrome. Chromium adalah project open source yang pertama kali dikembangin Google sekitar tahun 2008. Kodenya dibuka buat umum, jadi siapa aja boleh lihat, pakai, bahkan ngembangin ulang.
Contohnya, ada banyak browser populer sekarang yang sebenernya berasal dari Chromium. Mulai dari Microsoft Edge, Brave, Opera, sampai Vivaldi. Jadi bisa dibilang, Chromium ini fondasinya browser.
Terus, Apa Bedanya dengan Google Chrome?
Biar lebih gampang dibayangin, aku pakai analogi aja ya. Chromium itu ibarat mesin mobil polos yang masih bisa diutak-atik. Nah, sedangkan Google Chrome itu mobil yang sama, tapi sudah dipoles, dikasih fitur lengkap, dan siap dipakai harian.
Jadi, mesin yang digunakan sama, tapi pengalamannya beda.
Perbedaan Chrome dan Chromium
1. Update
Chrome punya update otomatis di background. Tahu-tahu sudah versi terbaru dan lebih aman. Sedangkan Chromium harus update manual. Kalau kamu malas ribet, ini bisa jadi minus.
2. Streaming dan layanan lain
Chrome sudah dibekali DRM dan codec khusus. Jadi kalau lagi streaming Netflix, VIU, Iqiyi, dan sejenisnya bisa lancar. Sedangkan Chromium versi polos biasanya tidak support DRM, jadi sering mentok pas buka layanan streaming.
3. Login dan sinkronisasi akun
Chrome bisa login akun Google dan sinkron otomatis. Bookmark, password, dan history ikut kebawa ke semua device. Chromium sudah tidak punya sync Google resmi, jadi harus pakai cara lain.
4. Privasi
Chrome mengumpulkan data penggunaan untuk pengembangan produk Google. Chromium lebih bersih karena tidak ada fitur tracking dari Google. Cocok buat yang peduli privasi.
Jadi, Sebaiknya Pilih yang Mana?
Kalau kamu mau browser yang simpel, stabil, gampang dipakai, dan ga ribet soal update atau streaming, Chrome itu pilihan aman. Tapi, kalau kamu lebih peduli dengan privasi, suka explore, atau memang ingin browser tanpa embel-embel Google, Chromium atau turunannya seperti Brave bisa jadi opsi yang menarik.
Intinya, Chromium itu dasarnya. Chrome itu versi siap pakainya. Sekarang balik lagi ke kebutuhan kamu sendiri. Yang penting, sekarang kita sudah ga salah sangka lagi sama si Chrome biru ini.
Semoga artikel Perbedaan Chrome dan Chromium ini bisa nambah insight untukmu ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya :)
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)