Kenapa CPM di Objective Sales Lebih Tinggi dan Gimana Cara Menurunkannya?
Beberapa waktu lalu, ada yang bertanya di grup webinar Digital Marketing DUMET School, katanya gini:
“Halo Pak Boy, kenapa ya waktu saya ngiklan pakai objective Sales (Pixel) CPM-nya tinggi banget, tapi kalau pakai Click to WhatsApp (CTWA) malah bisa rendah?”
Pertanyaan ini cukup menarik, karena ternyata ada banyak juga yang ngalamin hal serupa waktu mulai ngiklan di Meta Ads. Jadi, yuk kita bahas bareng biar lebih paham apa yang sebenarnya terjadi.
Di dunia digital marketing, khususnya saat menjalankan iklan Meta Ads (Facebook dan Instagram Ads), perbedaan objective memang bisa berpengaruh besar terhadap biaya iklan. Salah satunya adalah CPM atau Cost Per Mille (biaya per seribu tayangan).
Banyak yang kaget ketika lihat hasilnya: kok CPM di Sales Objective tinggi banget, padahal budgetnya sama dengan CTWA? Jawabannya simpel, tapi penting banget untuk dipahami.
Objective Sales Itu “Berat”
Setiap objective iklan di Meta punya tingkat kesulitannya sendiri. Nah, objective Sales termasuk yang paling “berat” karena Meta harus mencari orang-orang yang benar-benar berpotensi melakukan transaksi. Berbeda dengan CTWA, yang tujuannya hanya mendorong orang untuk klik dan chat ke WhatsApp.
Jadi, algoritma Meta bekerja lebih keras dan lebih spesifik. Akibatnya, biaya tayang alias CPM jadi lebih tinggi.
Ini sama seperti kamu meminta Meta untuk mencari pembeli, bukan orang yang hanya tertarik dengan produk. Tentu saja, ini butuh usaha dan data yang lebih banyak agar hasilnya bisa sesuai dengan harapan.
Tapi tenang, CPM yang tinggi bukan berarti nggak bisa dioptimasi. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar biaya iklan tetap efisien.
Cara Menurunkan CPM
1. Tingkatkan CTR (Click-Through Rate)
CTR menunjukkan seberapa menarik iklan di mata audiens. Kalau banyak yang lihat tapi sedikit yang klik, berarti iklannya belum cukup menggoda~ ehem.
CPM bisa turun kalau CTR-nya bagus, karena algoritma Meta akan menilai iklan kamu relevan dan menarik. Mereka akan memberikan “bonus” dalam bentuk biaya tayang yang lebih murah.
Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan CTR:
- Gunakan visual yang mencuri perhatian dan tidak pasaran
- Buat headline yang singkat, jelas, dan bikin orang mau tahu lebih jauh
- Tambahkan CTA (call to action) yang tegas seperti “Coba Sekarang” atau “Lihat Selengkapnya”
2. Optimalkan Landing Page atau Website
Selain dari sisi iklan, performa website juga berpengaruh besar terhadap CPM. Karena untuk objective Sales, Meta akan menilai seberapa baik konversi yang terjadi di landing page.
Kalau banyak yang klik tapi sedikit yang beli, Meta akan menganggap iklanmu kurang efektif. Jadi, pastikan:
- Website cepat diakses, jangan sampai lemot
- Tampilan responsive dan mudah digunakan di HP
- Proses pembelian jelas dan tidak ribet
Semakin tinggi conversion rate di website, semakin baik penilaian Meta terhadap iklan, dan CPM pun bisa turun secara perlahan.
3. Tes Variasi Iklan dan Audiens
Satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah hanya mengandalkan satu versi iklan. Padahal, setiap audiens punya respon yang berbeda terhadap format, gaya, dan visual iklan.
Coba tes beberapa variasi iklan seperti:
- Ganti dari gambar ke video pendek
- Ubah gaya penulisan dari formal jadi lebih santai atau storytelling
- Tes audiens baru yang lebih relevan dengan produkmu
Dari situ, kamu bisa tahu kombinasi iklan mana yang hasilnya paling efisien.
Kesimpulan
CPM yang tinggi di objective Sales sebenarnya hal yang wajar, karena sistem Meta Ads akan bekerja lebih keras untuk menemukan audiens yang siap melakukan transaksi. Tapi, kamu tetap bisa menurunkannya dengan cara meningkatkan CTR, memperbaiki conversion rate di website, dan rutin melakukan A/B Testing pada iklan.
Kalau kamu ingin belajar lebih dalam soal strategi seperti ini, mulai dari memilih objective yang tepat, membaca data performa iklan, sampai optimasi biaya, kamu bisa ikut kursus Digital Marketing di DUMET School.
Di kursus ini, sudah ada materi lengkap tentang Meta Ads, termasuk praktik langsung membuat iklan, membaca hasilnya, dan cara optimasinya agar iklan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
Ingat, iklan yang efektif itu bukan cuma soal budget besar, tapi seberapa cerdas kamu membaca data dan memahami audiensmu.
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)