Flutter 2024, Sejarah, Pengembang, Kekurangan dan Kelebihan, Flutter SDK, Library Terpopuler dan Penjelasan Widget

Apa Itu Flutter


Flutter adalah sebuah framework open-source yang dikembangkan oleh Google untuk membangun antarmuka pengguna (UI) secara cepat dan mudah, terutama untuk aplikasi mobile. Dengan menggunakan bahasa pemrograman Dart, Flutter memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi yang dapat berjalan di berbagai platform seperti Android, iOS, web, dan desktop dengan menggunakan kode yang sama. Flutter menggunakan pendekatan "UI yang dideklarasikan" di mana semua elemen UI direpresentasikan sebagai widget, yang memudahkan dalam pembuatan antarmuka yang responsif dan konsisten. Hal ini membuatnya populer di kalangan pengembang untuk membangun aplikasi dengan cepat dan efisien.

Sejarah Terciptanya Flutter


Flutter dikembangkan pertama kali oleh Tim UI Google dan pertama kali diumumkan pada tahun 2015 di konferensi Dart Developer Summit. Versi alpha pertama dirilis pada tahun 2017, dan kemudian versi beta pada awal 2018. Flutter 1.0 diluncurkan pada Desember 2018. Sejak itu, Google terus mengembangkan dan memperbarui Flutter secara berkala.

Siapa Yang Menciptakan Flutter


Flutter dikembangkan oleh Google dan dipimpin oleh tim teknis yang dipimpin oleh Eric Seidel, yang merupakan kepala tim pengembangan Chrome di Google saat itu. Eric Seidel kemudian meninggalkan peran kepemimpinannya di Flutter.

Pengembangan Flutter Sekarang


Setelah peran Eric Seidel, tim pengembangan Flutter terus dipimpin oleh para insinyur dan pengembang yang bekerja di bawah Google. Perkembangan dan pemeliharaan Flutter dikelola oleh tim yang terdiri dari berbagai pengembang dari berbagai latar belakang di Google.

Mengapa Memilih Flutter?


Ada beberapa alasan mengapa pengembang memilih Flutter untuk membangun aplikasi:
  1. Kode yang Sama untuk Berbagai Platform:
    Flutter memungkinkan pengembang untuk menggunakan kode yang sama untuk membangun aplikasi untuk Android, iOS, web, dan desktop.
  2. Antarmuka Pengguna yang Kaya dan Responsif:
    Dengan pendekatan "UI yang dideklarasikan" dan widget yang kuat, Flutter memungkinkan pembuatan antarmuka yang kaya dan responsif.
  3. Kinerja yang Cepat:
    Flutter menggunakan mesin rendering sendiri yang disebut Skia untuk membuat pengalaman yang halus dan responsif.
  4. Hot Reload:
    Fitur Hot Reload memungkinkan pengembang untuk melihat perubahan yang dilakukan di kode secara langsung di aplikasi yang sedang berjalan, mempercepat proses pengembangan.

Kelebihan Menggunakan Flutter


Ada beberapa alasan mengapa Flutter menjadi primadona saat ini:
  1. Cross-platform:
    Memungkinkan pengembangan aplikasi untuk berbagai platform dengan satu kode dasar.
  2. Kinerja Tinggi:
    Memiliki kinerja yang cepat karena menggunakan mesin rendering sendiri.
  3. Widget yang Kustomizable:
    Memiliki widget yang kuat dan kustomizable untuk pembuatan antarmuka pengguna.
  4. Hemat Biaya:
    Ibarat Anda ke Mall maka Flutter bisa Buy 1 Get 1, karena bersifat multiplatform, maka develop sekali maka dapat android dan ios.

Kekurangan Menggunakan Flutter


Tidak ada yang sempurna, Flutter pun memiliki kekurangan:
  1. Ukuran Aplikasi:
    Kadang-kadang ukuran aplikasi Flutter bisa lebih besar dibandingkan dengan aplikasi yang dibangun dengan teknologi lain.
  2. Kesesuaian Platform:
    Meskipun dapat berjalan di berbagai platform, implementasi tertentu mungkin memerlukan penyesuaian agar sesuai dengan standar dan pedoman platform tertentu. Kita ambil contoh: Google adalah pengembang Android, nah ... dukungan untuk IOS tidak sebanyak atau tidak seperti Objective-C dan Swift yang memang menjadi Bahasa pilihan utama IOS.

Hardware Yang Dibutuhkan Untuk Bekerja Dengan Flutter


Lingkungan pengembangan Windows Flutter Anda harus memenuhi persyaratan perangkat keras minimal berikut.

Kebutuhan Minimum Direkomendasikan
x86_64 CPU Cores 4 8
Memory in GB 8 16
Display resolution in pixels WXGA (1366 x 768) FHD (1920 x 1080)
Free disk space in GB 10.0 10.0

Apa Itu Software Development Kit?


Software Development Kit (SDK) adalah kumpulan alat, perpustakaan, dokumentasi, dan kode pemrograman yang digunakan oleh para pengembang perangkat lunak untuk membangun aplikasi khusus untuk suatu platform, sistem operasi, atau kerangka kerja tertentu. SDK biasanya menyediakan berbagai komponen yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi, seperti:
  1. Tools: Berbagai perangkat lunak, compiler, debugger, dan utilitas lain yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi.
  2. Libraries: Kumpulan kode yang telah ditulis sebelumnya yang menyediakan fungsi-fungsi atau fitur-fitur tertentu untuk mempercepat pengembangan aplikasi.
  3. Documentation: Informasi, panduan, dan dokumentasi yang menjelaskan cara menggunakan SDK, fungsi-fungsi yang tersedia, serta petunjuk pengembangan. Sample Code: Contoh-contoh kode yang menunjukkan cara menggunakan berbagai fitur atau fungsi dalam SDK.
  4. Sample Code: Contoh-contoh kode yang menunjukkan cara menggunakan berbagai fitur atau fungsi dalam SDK.
  5. APIs (Application Programming Interfaces): Antarmuka pemrograman aplikasi yang memungkinkan aplikasi Anda berinteraksi dengan sistem operasi, perangkat keras, atau layanan lain yang didukung oleh SDK.

SDK biasanya dikembangkan oleh produsen platform atau perusahaan teknologi untuk mendukung pengembangan aplikasi untuk lingkungan mereka. Contohnya adalah Android SDK yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android, iOS SDK untuk aplikasi iOS, dan SDK seperti Flutter atau React Native yang memungkinkan pengembangan lintas platform.

Penggunaan SDK membantu mempercepat pengembangan aplikasi karena pengembang tidak perlu membangun semuanya dari awal. Mereka dapat memanfaatkan alat, perpustakaan, dan dokumentasi yang sudah tersedia dalam SDK untuk mempercepat proses pengembangan aplikasi.

Apa Itu Flutter SDK (Software Development Kit)?


Flutter SDK adalah kerangka kerja open-source yang dikembangkan oleh Google yang memungkinkan pengembangan aplikasi lintas platform untuk Android, iOS, web, dan desktop dari satu kode sumber. Flutter menggunakan bahasa pemrograman Dart yang dikembangkan oleh Google sendiri. Salah satu keunggulan Flutter adalah kemampuannya untuk membuat antarmuka pengguna yang kaya dan menarik dengan cepat serta konsisten di berbagai platform, menggunakan widget yang dapat disesuaikan dan fleksibel. Ini membuat pengembangan aplikasi lebih efisien karena pengembang dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk membangun dan menguji aplikasi di berbagai platform.

6 Library Yang Sering Digunakan di Flutter 2023


Library dalam konteks Flutter mengacu pada kumpulan kode Dart yang sudah dibuat sebelumnya untuk menyediakan berbagai fungsi, widget, dan alat untuk membantu dalam pembangunan aplikasi. Flutter sendiri memiliki beragam library bawaan yang disertakan dengan instalasi Flutter standar. Library ini memberikan pengembang akses ke berbagai komponen yang umum digunakan dalam pembuatan antarmuka pengguna (UI), manajemen state, akses ke layanan platform, dan fungsi-fungsi lainnya. Berikut ini Saya rangkum menjadi 5 Library (Meski banyak yang bagus dalam pengembangan yang tidak Saya tuliskan):
  1. fl_chart 0.66.0: Untuk mengembangkan aplikasi di flutter khusus Kita membicarakan grafik, belum ada yang resmi. Oleh karena itu, fl_chart adalah library yang luar biasa untuk mendukung diagram lingkaran, diagram batang, dan lain-lain. Library ini menurut Saya sangat powerful. Berikut ini adalah contoh hasilnya:

  2. riverpod 2.4.9: Dikembangkan berdasarkan konsep Provider dari Flutter, Riverpod menyediakan manajemen state yang lebih kuat dengan fitur-fitur tambahan, termasuk kemampuan untuk melakukan injeksi dependensi yang lebih fleksibel. Banyak yang berkata Riverpod lebih baik daripada Provider. Riverpod memungkinkan injeksi dependensi yang lebih dinamis dan fleksibel dibandingkan dengan Provider. Ini membuatnya lebih mudah untuk mengelola dan mengakses state di berbagai bagian aplikasi dengan lebih terstruktur. Dengan fitur-fitur seperti StateNotifier, ProviderContainer, dan dukungan untuk pembatalan observasi, Riverpod menyediakan tools yang kuat untuk mengelola state dengan baik dan aman. Meskipun lebih canggih daripada Provider, Riverpod tetap relatif mudah digunakan. Dokumentasinya yang baik dan paradigma yang dipelajari dari Provider dapat membantu pengguna dalam beralih ke Riverpod dengan lebih lancar.

    Namun demikian, pemilihan antara Provider atau Riverpod juga bisa tergantung pada tingkat kenyamanan pengguna terhadap konsep dan cara kerja keduanya. Provider tetap menjadi solusi yang sangat baik untuk manajemen state yang lebih sederhana atau proyek-proyek dengan skala kecil hingga menengah.

    Intinya, jika Anda mencari fleksibilitas, manajemen state yang kuat, dan penanganan dependensi yang lebih dinamis, Riverpod bisa menjadi pilihan yang baik. Tetapi jika proyek Anda lebih sederhana atau Anda lebih terbiasa dengan Provider, itu juga bisa menjadi pilihan yang tepat. Semua tergantung pada kebutuhan dan preferensi spesifik proyek Anda.
  3. dio 5.4.0: Library ini juga merupakan pilihan populer di Flutter untuk urusan HTTP. Sekarang tidak ada aplikasi yang tidak melakukan permintaan atau request terhadap API pada Database Server yang telah di Develop oleh Backend Developer. Dio menawarkan lebih banyak fitur dan lebih baik dari Http dikarenakan fiturnya seperti interceptors, pembatalan permintaan, pemrosesan data yang lebih canggih, dan lain-lain. Ini cocok untuk aplikasi yang membutuhkan manajemen jaringan yang lebih kompleks. Selain Dio ada Juga Http di Flutter.
  4. local_auth 2.1.7: Library Flutter ini menyediakan sarana untuk melakukan autentikasi lokal pada perangkat pengguna. Pada perangkat yang didukung, ini termasuk autentikasi dengan biometrik seperti sidik jari atau pengenalan wajah.
  5. sqflite 2.3.0: Library Flutter ini menyediakan dukungan untuk Database SQLite. Library ini mendukung iOS, Android, dan MacOS. Mendukung transaksi dan batch. Manajemen versi otomatis saat membuka. Bantuan untuk pertanyaan/penyisipan/pembaruan/penghapusan query. Operasi DB dieksekusi dalam thread latar belakang di iOS dan Android.
  6. font_awesome_flutter 10.6.0: Library Flutter ini menyediakan paket Icon dari Font Awesome gratis tersedia sebagai kumpulan ikon Flutter - berdasarkan font awesome versi 6.4.2. Paket Icon ini hanya mencakup Icon-Icon gratis yang ditawarkan oleh Font Awesome secara langsung. Jika Anda telah membeli Icon Pro dan ingin mengaktifkan dukungan untuk mereka, silakan lihat petunjuk di bawah ini.

Everything is a Widget


Dalam Flutter, komponen dasar yang membentuk antarmuka pengguna disebut sebagai "Widget". Flutter menggunakan konsep "Everything is a Widget" di mana hampir semua hal yang Anda lihat di aplikasi Flutter, mulai dari tata letak hingga elemen-elemen interaktif, semuanya adalah widget. Widget dalam Flutter dapat dikelompokkan menjadi dua jenis utama: StatelessWidget dan StatefulWidget.

StatelessWidget: Widget yang tidak berubah. Mereka bersifat statis dan tidak dapat berubah selama masa hidupnya setelah diinisialisasi. Contohnya adalah widget untuk menampilkan teks, gambar, ikon, dan banyak elemen statis lainnya.

StatefulWidget: Widget yang dapat berubah. Mereka memiliki keadaan (state) yang dapat berubah selama masa hidupnya. Contoh dari widget ini adalah tombol interaktif, formulir, daftar, dan elemen-elemen yang memerlukan respons terhadap interaksi pengguna.

Selain itu, terdapat banyak jenis widget lain yang memungkinkan Anda untuk mengatur tata letak (Layout), mengelola input, menangani animasi, dan lebih banyak lagi.

Berikut ini Saya buatkan contoh sederhana untuk memahami dari pembahasan Widget:


Kesimpulan


Flutter telah mendapatkan popularitas karena kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, namun seperti halnya teknologi lainnya, keputusan untuk menggunakan Flutter perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan spesifik proyek.

9 Januari 2024

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Kursus Postgre SQL Database Developer Terbaik 2024 di Jakarta
chat