Apa Itu FLKS?
Sebenarnya, dari awal TikTok ramai digunakan di Indonesia, aku tidak pernah aktif menggunakannya. Setiap kali memegang sebuah akun, hanya aktif scroll mencari informasi atau ide. Tapi, akhir-akhir ini aku memutuskan untuk bergabung dan aktif membuat konten.
Sebagai pemula yang tidak memiliki followers, tentunya setiap hari aku merasa "greget" karena angka followers tidak terus bertambah. Jadi, setiap kali melihat konten, aku penasaran karena banyak yang menyebut FLKS. Setelah itu, aku mencari tahu dan mulai paham.
Apa Sih FLKS Itu?
FLKS adalah singkatan dari follow, like, comment, dan share. Jadi, bisa dibilang metode untuk saling berinteraksi antar akun. Biasanya, di sebuah konten apalagi TikTok, kalau kita perhatikan, ada yang membuat komentar seperti:
- sini aku back
- on sat set
- pejuang 600+
- dan sejenisnya
Fungsinya apa sih komentar itu? Ternyata, ini adalah salah satu bentuk metode FLKS. Yang membuat komentar biasanya sedang mencari followers dan membutuhkan kurang lebih 600 - 1000 followers untuk mengembangkan akunnya dalam program Affiliate atau TikTok Go.
Apa FLKS Efektif?
Dari pengalamanku, karena tidak sabaran dalam menunggu followers, aku ikut mencobanya dengan memberikan komentar di setiap video yang lewat FYP. Tapi, konten yang diberi komentar biasanya sedang membahas "followers". Dari semua komentar yang ku berikan, ternyata hanya ada 30% akun saja yang mau melakukan follow balik. Sisanya, setelah ditunggu berhari-hari ternyata tidak melakukan follow back.
Apa Dampaknya untuk Akun?
Dampak positifnya, akun mungkin benar bisa mendapatkan followers. Dan kalau beruntung, mungkin kita bisa mendapatkan like untuk beberapa konten yang di-upload.
Tapi, yang aku rasakan dari mengikuti metode ini lebih besar dampak negatifnya. Memang apa saja?
1. Konten Repetitif
Setelah melakukan banyak interaksi di konten yang memancing followers, setiap kali membuka akun, konten yang muncul di FYP selalu konten itu-itu saja. Benar-benar konten sejenis. Tidak ada konten relevan atau edukatif yang muncul.
Konten seperti ini cukup membuat energi terkuras, karena kita jadi terus kepikiran mengapa sampai saat ini followers tidak bertambah.
2. Followers Tidak Relevan
Maksudnya seperti ini. Misalnya, kita membuat akun tentang makeup. Tapi, karena kita melakukan FLKS, followers yang ada di akun kita beragam, tidak benar-benar menyukai akun kita karena konten yang kita share. Hanya sekadar untuk saling menambah followers saja.
Jangankan ada interaksi, melakukan visit ke akun kita saja mungkin tidak lagi. Biasanya, lama-lama mereka akan mejadi followers pasif karena tidak tertarik dengan konten yang kita buat.
3. Akun Tidak Berkembang
Poin ini berkaitan dengan poin-poin yang sebelumnya. Karena kita terus berinteraksi di konten yang sama dan mendapatkan followers yang tidak relevan, pertumbuhan akun akan menjadi lambat atau bahkan tidak berkembang sama sekali.
Apalagi jika akun yang dibuat untuk tujuan branding atau bisnis dan membutuhkan waktu jangka panjang.
Kesimpulan
FLKS bisa membantu kita mendapatkan followers, hanya saja terasa kurang efektif karena followers dan konten tidak relevan. Selain itu, cara ini kurang bagus untuk jangka panjang jika dilakukan terus menerus karena bisa membuat akun menjadi tidak berkembang.
Untuk memikat followers yang benar-benar tertarik dengan konten kita, kita bisa mencobanya dengan memaksimalkan fitur-fitur yang ada di social media, terus upload konten, melakukan A/B Testing, memperbaikinya, dan terus mengevaluasinya.
Baiklah, semoga artikel Apa Itu FLKS ini menjawab pertanyaanmu ya! Sampai jumpa di artikel yang sleanjutnya :)
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)