Apa Itu Docker? Konsep Docker? Fungsi Docker Dalam Pengembangan Aplikasi? Perbedaan Docker Dengan Virtual Machine Apa?

Pengertian Docker?


Docker adalah platform perangkat lunak yang memungkinkan Anda untuk mengemas, mendistribusikan, dan menjalankan aplikasi di lingkungan yang terisolasi yang disebut sebagai "kontainer." Kontainer Docker memungkinkan aplikasi dan semua dependensinya diisolasi dari lingkungan lain di dalam "kontainer" tersebut. Intinya dengan Anda menggunakan Docker, Anda dapat dengan cepat mengimplementasikan aplikasi ke environment apa pun dan memiliki kepastian baris program yang telah Anda buat dapat berjalan dengan baik dan benar.

Saat ini Docker telah berkolaborasi dengan AWS untuk membantu para developer mengembangkan aplikasi dan menerapkan ke Cloud AWS dengan cepat, bahkan AWS memberikan pernyataan bahwa menerapkan Kontainer Dockerhanya butuh waktu 10 menit saja. Cukup cepat bukan untuk integrasi dan implementasinya?

Konsep Docker?


  • Kontainer: Kontainer adalah lingkungan yang terisolasi di mana aplikasi dapat dijalankan bersama dengan semua dependensinya, seperti perpustakaan, kode, alat, dan konfigurasi. Kontainer memungkinkan aplikasi untuk berjalan secara konsisten di berbagai lingkungan, dari lingkungan pengembangan hingga produksi, tanpa perubahan yang signifikan.
  • Image: Image Docker adalah paket berisi semua yang diperlukan untuk menjalankan sebuah aplikasi, termasuk kode, lingkungan runtime, perpustakaan, variabel lingkungan, dan file konfigurasi. Image ini menjadi dasar dari kontainer.
  • Dockerfile: Dockerfile adalah file teks yang berisi serangkaian instruksi untuk membangun image Docker. Ini memungkinkan pengguna untuk menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat image yang akan digunakan sebagai dasar untuk kontainer.
  • Docker Engine: Docker Engine adalah komponen inti dari platform Docker. Ini adalah perangkat lunak yang memungkinkan pembuatan dan pengelolaan kontainer, serta menyediakan antarmuka untuk mengelola image, kontainer, jaringan, dan volume.

Apa Fungsi Docker Dalam Pengembangan Aplikasi?


  • Pembuatan Kontainer: Docker memungkinkan Anda untuk membuat kontainer yang berisi aplikasi bersama dengan semua dependensinya. Kontainer ini terisolasi dari lingkungan lain di dalam lingkungan yang dapat dipindahkan dan dijalankan dengan konsistensi yang tinggi di berbagai platform.
  • Pengemasan Aplikasi: Dengan Docker, Anda dapat mengemas aplikasi bersama dengan semua dependensinya ke dalam image yang portabel dan konsisten. Ini memudahkan distribusi aplikasi ke lingkungan pengembangan, pengujian, dan produksi tanpa khawatir tentang perbedaan konfigurasi atau dependensi.
  • Pengelolaan Sumber Daya: Docker memungkinkan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien dengan mengisolasi aplikasi dalam kontainer. Ini memungkinkan penyesuaian penggunaan CPU, memori, dan jaringan untuk setiap kontainer, yang dapat membantu dalam optimalisasi penggunaan sumber daya pada server atau mesin host.
  • Konsistensi Lingkungan: Dengan Docker, lingkungan pengembangan, pengujian, dan produksi dapat dibuat serupa karena aplikasi dijalankan dalam kontainer yang sama, memastikan konsistensi dalam perilaku aplikasi di berbagai lingkungan.
  • Skalabilitas: Docker memungkinkan penyebaran aplikasi yang dapat diskalakan secara horizontal. Dengan orkestrasi yang tepat (seperti menggunakan alat seperti Kubernetes), kontainer Docker dapat dikelola dan dijalankan secara otomatis di berbagai node atau mesin, memungkinkan aplikasi untuk berkembang sejalan dengan kebutuhan.
  • Fleksibilitas dan Pemeliharaan: Penggunaan kontainer memungkinkan pengembang untuk memperbarui, mengganti, atau menghapus aplikasi dengan mudah tanpa mempengaruhi lingkungan lain. Perubahan dalam satu kontainer tidak akan memengaruhi yang lain, memudahkan pemeliharaan dan pengembangan aplikasi.

Perbedaan Docker Dengan Virtual Machine Apa?


Docker dan mesin virtual (Virtual Machine/VM) adalah dua teknologi yang berbeda dalam hal cara mereka mengisolasi dan menjalankan aplikasi di lingkungan yang terisolasi.

Perbandingan singakatnya adalah Docker lebih ringan, cepat, dan efisien dalam penggunaan sumber daya karena berbagi kernel host dan tidak perlu sistem operasi penuh untuk setiap kontainer. VM memberikan isolasi yang lebih kuat antara mesin virtual karena setiap VM memiliki sistem operasi penuh, tetapi lebih berat dalam hal penggunaan sumber daya dan waktu booting.

Pilihan antara Docker dan VM tergantung pada kebutuhan spesifik. Jika tujuan utama adalah efisiensi sumber daya dan skalabilitas, Docker bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika keamanan dan isolasi yang kuat diperlukan, VM mungkin lebih sesuai. Kadang-kadang, kombinasi dari keduanya (Docker di dalam VM) dapat memberikan manfaat tertentu tergantung pada skenario penggunaan.

Ringkasan Perbandingan Docker dan Virtual Machine


  Docker Virtual Machine (VM)
Teknologi Kontainerisasi Virtualisasi penuh
Isolasi Isolasi dengan lapisan kontainer Isolasi dengan mesin virtual penuh
Sumber Daya Lebih ringan, menggunakan sedikit sumber daya karena berbagi kernel host Lebih berat dan booting lebih lambat
Isolasi Isolasi antara kontainer tidak seketat VM, tetapi cukup untuk aplikasi yang terisolasi Isolasi yang lebih ketat antara VM karena setiap VM memiliki sistem operasi terpisah
Fleksibilitas Isolasi antara kontainer tidak seketat VM, tetapi cukup untuk aplikasi yang terisolasi Isolasi yang lebih ketat antara VM karena setiap VM memiliki sistem operasi terpisah
Sumber Daya Lebih ringan, menggunakan sedikit sumber daya karena berbagi kernel host Membutuhkan lebih banyak sumber daya karena setiap VM memiliki sistem operasi penuh
Keamanan Kurang isolasi dibandingkan VM, tetapi cukup untuk sebagian besar kasus penggunaan Lebih tinggi dalam hal isolasi dan keamanan karena setiap VM memiliki OS terpisah
Contoh Platform Docker, Kubernetes VMware, VirtualBox, Hyper-V


Perbandingan ini mencakup beberapa perbedaan kunci antara Docker dan Virtual Machine dalam hal teknologi yang digunakan, penggunaan sumber daya, efisiensi, isolasi, fleksibilitas, keamanan, dan beberapa contoh platform yang umum digunakan.
3 Januari 2024

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Mini Bootcamp Backend Laravel 11 Bulan Mei 2024 di DUMET School
Webinar Selanjutnya Mei 2024

Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB

(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)

chat