Penyebab Runtuhnya Kejayaan Friendster

Sudah lebih dari satu dekade silam, sebuah website Friendster berjaya. Tepat pada tahun 2002 jejaring sosial yang didirikan oleh Jonathan Abrams, yakni Friendster dapat diakses melalui website, namun kini sudah tidak dapat diakses lagi. Apakah penyebab runtuhnya kejayaan Friendster?

Pada tahun 2003 Friendster mendapatkan tambahan dana senilai USD13 juta, namun para investor tidak fokus dalam hal peningkatan layanan. Tertundanya peningkatan layanan tersebut untuk menjaga basis pengguna berakhir pada menurunnya pangsa pasar Friendster. Para pengguna Friendster di wilayah Amerika Serikat dan Eropa mulai menurun. Tetapi para pengguna Friendster terbesar masih tetap berada di Asia. Menurunnya popularitas Friendster dan kemunculan Facebook, membuat para pengguna Friendster beralih ke jejaring sosial Facebook.

Semenjak hadirnya Facebook pada tahun 2004, Friendster memiliki kendala dalam hal teknologi. Sebenarnya sebelum hadirnya Facebook, Friendster ingin menciptakan “News Feed” untuk lingkungan kampus atau layanan yang diberi nama “Friendster College”. Selain itu, Friendster juga berencana ingin menciptakan “Tools” – Friendster Social Graph, termasuk platform untuk berbagi playlist musik, namun, masih dalam proses perencanaan saja.

Setelah banyaknya pengguna Friendster yang beralih ke Facebook. Maka, pada tahun 2004 terjadinya perombakan dalam Friendster, setelah Jonathan Abrams lepas dari jabatan CEO dan menduduki peran sebagai chairman, kemudian posisi CEO dipegang oleh Scott Sassa. Saat itu, Friendster ingin membeli Facebook, akan tetapi Jonathan menolak karena tawarannya yang cukup besar.

Setelah enam tahun kemudian, Facebook dan Friendster terlibat dalam kesepakatan akuisisi. Namun, bukan Friendster yang membeli Facebook melainkan Facebook yang membeli portofolio penuh Friendster terkait paten social networking senilai USD40 juta.

Ditengah semakin terpuruknya Friendster, kabarnya saat akuisisi Friendster masih memiliki 115 juta pengguna, lebih dari 75 juta pengguna berada di Asia. Setelah itu, pada tahun 2009 Facebook dibeli oleh MOL Global, penyedia pembayaran online yang berbasis di Malaysia. Hingga sekarang Facebook masih menjadi pilihan banyak orang, semakin banyak pengguna aktif Facebook. Jadi hal tersebut merupakan salah satu penyebab runtuhnya kejayaan Friendster.

20 Oktober 2015

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Mini Bootcamp Backend Laravel 11 Bulan Mei 2024 di DUMET School
Webinar Selanjutnya Mei 2024

Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB

(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)

chat