Mengenal Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)
Objek
Sebelum memahami lebih jauh tentang OOP, kita perlu memahami terlebih dahulu pengertian dari objek itu sendiri. Secara prinsip objek merupakan sebuah elemen yang dapat diselidiki atau dipahami. Jika merujuk pada sudut pandang nyata, maka objek dapat diartikan sesuatu yang memiliki bentuk atau masa, namun jika dilihat dari segi konsep, maka objek adalah sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan, namun masih bersifat ide dan gagasan.
Dalam sebuah konsep pemrograman, objek dapat artikan sebagai elemen yang memiliki bentuk dan masa serta sesuatu yang masih berbentuk ide dan gagasan. Sehingga sudut pandang pemrograman melihat bahwa sesuatu yang abstrak dam konkret merupakan objek yang dapat diimplementasikan ke dalam sebuah perangkat lunak.
Sebagai contoh adalah sebuah mobil yang memiliki berbagai atribut seperti ban, setir, pintu, mesin dll. Behavior-nya (aksi) dapat berupa kondisi mobil dapat dipercepat atau diperlambat, dapat menghidupkan klakson, menghidupkan lampu, berjalan mundur dll. Dari konsep inilah maka berkembang teknik pemrograman baru, ialah perograman yang didasarkan pada dunia nyata atau objek yang sesungguhnya.
Pemrograman Berorientasi Objek
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Pemrograman Berorientasi Objek adalah sebuah teknik pemrograman yang dalam proses pengembangannya menggunakan terminologi objek, dimana setiap objek memiliki atribut dan fungsi yang dapat saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Teknik OOP ini, memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mudah kepada user atau client. Hal ini karena user atau client akan lebih mudah memahami alur pemrograman dalam sebuah kasus yang dikerjakan.
Perlu perhatikan OOP bukanlah sebuah bahasa pemrograman baru, melainkan sebuah pendekatan baru dalam mengembangkan sebuah perangkat lunak yang kompleks dan besar.
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)