Mengenal Ekosistem JavaScript (Front-end Development)

Tidak heran jika JavaScript ditempatkan sebagai bahasa pemrograman paling populer di dunia. JavaScript pada mulanya berperan sebagai client-side programming, namun sekarang kita mengenal NodeJS, yakni framework JavaScript yang berperan sebagai server-side programming. Kemudian kita mengenal juga JSON, format sederhana yang dikembangkan dari JavaScript yang digunakan untuk melakukan pertukaran data. Selain itu masih banyak lagi pengembangan bahasa JavaScript untuk peran yang berbeda-beda namun tetap saling berkaitan (Ekosistem JavaScript).

Berdasarkan aktikel yang dimuat di Medium.com, kita akan membahas ekosistem JavaScript berdasarkan perannya masing-masing, yakni:

1. Front-end development
2. Command line interface (CLI) applications
3. Desktop (GUI) applications
4. Mobile applications
5. Back-end development

Front-end development

Perkembangan front-end developmet saat ini menjadi sangat kompleks dan lebih interaktif. Jika dulu kita menugaskan bahasa server-side seperti PHP, Python atau Java untuk langsung menampilkan database ke dokumen html, namun sekarang kita menggunakan JavaScript untuk tugas tersebut. Cara ini akan meningkatkan performa website, karena browser tidak perlu loading untuk mengeksekusi program. Selain itu, dengan JavaScript kita akan mudah melakukan manipulasi DOM dengan berbagai animasi, sehingga website menjadi tidak kaku.

Kerangka kerja (Framework)

Dengan meningkatnya kompleksitas website, ada kebutuhan untuk mengatasi masalah yang kompleks seperti state handling (penanganan keadaan), data binding (pengikatan antarmuka aplikasi/UI dengan business logic), view rendering (proses menampilkan data), dll. Ada banyak kerangka kerja JavaScript yang digunakan untuk membuatnya lebih dan saat ini yang paling populer yaitu:
- AngularJS
- React.

Dua kerangka kerja JavaScript ini dikembangkan oleh 2 raksasa teknologi, AngularJS oleh Google dan React oleh Facebook. AngularJS dikatakan sebagai kerangka kerja yang memiliki MVC (Model-View-Controller) paradigma, sedangkan React agak lebih ramping dan sebagian besar dianggap sebagai V dari MVC.

Bahasa transpiler (transpiler language)

Transpile (source-to-source compiler) adalah suatu cara mengambil source code suatu program untuk menghasilkan source code yang sama dalam bahasa pemrograman lain. Ada dua bahasa transpiler yang saat ini sangat terkenal yakni:
- EcmaScript 6 (babel)
- TypeScript

Bahasa transpiler ini memiliki kode program yang sama seperti JavaScript namun dengan fitur yang lebih lengkap. Dengan EcmaScript 6 atau TypeScript kita bisa membangun aplikasi kompleks berbasis JavaScript dengan lebih mudah dan cepat.

11 September 2016

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Mini Bootcamp Backend Laravel 11 Bulan Mei 2024 di DUMET School
Webinar Selanjutnya Mei 2024

Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB

(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)

chat