Kisah Jan Koum, Tukang Sapu Yang Menjadi Bos WhatsApp

Pahit dan getirnya kehidupan di masa kecil menjadi titik balik bagi soseorang untuk sukses di masa mendatang. Begitu pula yang dialami oleh Jan Kaum, CEO WhatsApp. Dimasa kecil Kaum tergolong orang miskin, hidupnya sangat susah. Dia terlahir dalam keluarga Yahudi, ayahnya bekerja sebagai manajer konstruksi dan ibunya seorang ibu rumah tangga. 
 
Koum lahir di Ukraina, yang saat itu sedang mengalami kondisi ekonomi yang kurang baik, hingga akhirnya Kaum, bersama ibunya memutuskan untuk pindah ke Mountain View, Amerika Serikat, demi mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Akhirnya mereka pergi tanpa ditemani oleh ayahnya yang akan menyusul.
 
Namun harapan tidak berbuah kenyataan, Kaum dan ibunya masih saja mengalami ekonomi yang susah. Ibunya bekerja sebagai pengasuh bayi sedangkan Kaum bekerja sebagai tukang sapu di sebuah toko kelontong. Ayah Kaum yang rencananya akan menyusul akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan di 
 
Ukraina, dan tidak lama ayahnya meninggal dunia. Selang dua tahun, saat berumur 18 tahun, ibu kaum didiagnosa menderita kanker dan juga akhirnya meninggal dunia. Semenjak itulah Kaum mulai hidup sebatang kara. 
 
Jan Kaum mulai tertarik dengan dunia pemrograman saat usia 18 tahun, dia sempat bekerja di Google tahun 1997 sebagai teknisi infrastruktur. Kemudian dia bertemu dengan Brian Acton (pendiri WhatsApp lainnya), saat bekerja di Ernst & Young. Kemudian Kaum juga sempat bekerja di Yahoo bersama Brian, dan memutuskan untuk berhenti kuliah. Pada 2007 mereka berdua keluar dari Yahoo, dan memutuskan untuk berlibur sejenak. Hingga akhirnya mereka mencoba peruntungan kembali untuk melamar di Facebook, namun ditolak.
 
Cikal bakal WhatsApp.
 
WhatsApp terlahir dari inisiatif Kaum yang saat itu memiliki iPhone. Dia menyadari bahwa toko aplikasi App Store yang saat itu masih berusia 7 bulan, akan menjadi besar di kemudian hari. Kemudian Kaum mulai merencanakan inisiatif bersama Brian Acton. Dia memilih nama WhatsApp karena terdengar seperti frasa "What's Up". Akhirnya pada Februari 2009, ia mendirikan WhatsApp Inc di California.
 
Tidak lama, WhatsApp menjadi aplikasi yang sangat populer hampir sekitar 800 juta pengguna di seluruh dunia. Atas dasar itu Facebook dan Google berlomba untuk mengakuisisinya. Dan akhirnya Facebooklah yang memenangkannya.
 
Setelah WhatsApp diakuisisi oleh Facebook dengan nilai yang fantastis sekitar USD 19 miliar, Jan Koum dan Acton pun menjadi milyarder baru dalam dunia teknologi.
7 Oktober 2015

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Mini Bootcamp Backend Laravel 11 Bulan Mei 2024 di DUMET School
Webinar Selanjutnya Mei 2024

Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB

(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)

chat