Kelemahan Android Menjadi Ancaman Pengguna Smartphone

17/09/2015    Alfiana Irsyada Salma    2156     Artikel Bebas

Sistem Operasi Android yang kini menjadi populer diberbagai kalangan dan hampir di seluruh dunia, ternyata memiliki kelemahan yang bisa mengancam smartphone. Android memiliki sejumlah lubang keamanan yang bisa dibobol dengan mudah oleh para hacker professional untuk menjerat atau mencuri data-data pribadi penggunanya.

Berikut ini ada beberapa kelemahan di sistem Android yang bisa menjadi ancaman pengguna smartphone.

1.       Stagefright

Masalah Stagefright pernah ramai dibicarakan. Stagefright merupakan salah satu lubang keamanan di Android yang rentan di bobol oleh hacker. Cara merentasnya hanya memanfaatkan layanan MMS dan mengirimkannya kepada pengguna.

Stagefright disusup oleh hacker untuk mengekploitasi lubang kerentanan yang terdapat pada media play back di Android. Jika sudah berhasil, mereka akan bisa mengambil segala macam data pribadi pengguna, seperti mengendalikan kamera, mikrofon, dan lain sebagainya.

Pada bulan Agustus lalu, celah pada Stagefright telah menjangkit hampir 95% smartphone Android. Namun, kini pihak Google telah merilis Patch keamanan setiap bulan untuk Android.

 

2.       Fingerprint Scanner

Informasi terbaru dari hasil sebuah penelitian mengenai perangkat Android yang kini menerapkan fitur pembaca sidik jari [Fingerprint Scanner], kabarnya mudah di retas.

Salah satu produk smartphone seperti HTC One Max dan Galaxy S5 yang memiliki fitur Fingerprint Scanner rentan di hack. Sebenarnya, hal tersebut bukanlah kelemahan atau kecacatan yang terjadi pada Sistem Operasi, sebab Android tidak menawarkan fitur Fingerprint Scanner secara negative.

Masalah tersebut sebaiknya ditangani oleh pihak vendor smartphone, karena mereka yang menghiasi fitur tersebut di perangkatnya. Salah satu caranya dengan merilis software untuk memperbaiki celah keamanan tersebut.

Kabar terbaru juga mengenai Android Marshmallow yang akan mengintegrasikan fitur pembaca sidik jari pada Sistem Operasinya.

 

3.       UI Spoofing

Team peneliti keamanan perangkat smartphone mengatakan bahwa kemampuan multitasking yang ada pada Android memiliki lubang keamanan. Pada bulan agustus lalu, dari hasil laporan peneliti mengatakan bahwa lubang keamanan di Android berada pada sistem multitasking.

Para peneliti memperlihatkan bahwa kerentanan tersebut dapat dimanfaatkan hacker untuk melancarkan berbagai serangan, seperti UI Spoofing dimana hacker akan dapat akses untuk melakukan login pada kredensial pengguna. Melalui celah keamanan tersebut, hacker juga dapat mengirimkan Ransomware atau aplikasi untuk memantau aktivitas pengguna. Telah diduga bahwa semua versi Android memiliki kecacatan terhadap desain multitasking.

 

4.       Ransomware

Ransomware adalah Malware yang memanfaatkan lubang kelemahan pada Android yang terdapat pada kode yang menyebar di dalam aplikasi. Ransomware akan menjebak pengguna untuk men-download sebuah software Patch. Ketika pengguna terkena [men-downloadnya] maka malware tersebut akan langsung mengambil alih fitur administrator di perangkat milikmu, kemudian akan menguncinya.

Setelah itu, pengguna akan diminta untuk membayarkan sejumlah uang untuk mendapatkan akses membuka kunci tersebut. Sulitnya untuk mengeyahkan Ransomware pada smartphone yang telah terinfeksi. Malware ini sangat agresif dan mampu membunuh anti virus yang berada di perangkat. Meski demikian, dengan melakukan Full Reset pada perangkat, diperkirakan dapat melumpuhkan Ransomware dari smartphone-mu.

Malware Ransomware kabarnya kini semakin canggih dan malware penyandera gadget ini sudah menyebar ke seluruh perangkat di Amerika Serikat dengan jumlah 77% dari seluruh perangkat yang terinfeksi.

Jadi, berhati-hatilah dalam menggunakan smartphone, pilih beberapa keamanan yang bisa menjaga data-data penting di dalam smartphone.

No data.

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More