Jakarta Digital Valley

27/11/2014    Alfiana Irsyada Salma    2111    Artikel Bebas

Demi mendukung perkembangan industri Digital Kreatif di Indonesia. Salah satu perusahaan terkenal, yakni Telkom kembali membangun “Digital Valley”. Sebagai jembatan antara para teknopreneur atau pengembang aplikasi dengan pasar atau industri sebagai penyerap atau pengguna aplikasi, Telkom meluncurkan “Jakarta Digital Valley”.

Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk [Telkom], Indra Utoyo, telah mengadakan peluncuran “Jakarta Digital Valley [JakDiva]” di Menara Multimedia Jakarta, pada Selasa, 25 November 2014.

Indra Utoyo mengatakan, pembangunan Jakarta Digital Valley ditujukan untuk pengembangan industri kreatif berbasis Information dan Communication Technology [ICT]. Sebelumnya, Telkom sudah memiliki Digital Valley di dua kota, yakni Bandung dan Yogyakarta. Beliau juga mengatakan “Kita wujudkan kehadiran Digital Valley yang didukung oleh Telkom, kini Digital Valley hadir di tiga kota dan didukung dengan 20 Digital Innovation Lounge [DiLo] di 20 kota dalam waktu dekat ini”.

Jakarta Digital Valley memiliki daya tampung sebanyak 50 developer dengan luas meter persegi dan menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung yang nyaman bagi para pengembang untuk melakukan ideation, kreasi, dan inovasi berbagai macam solusi ICT. Seluruh fasilitas tersebut akan didukung oleh perangkat server sebagai penunjang inkubator solusi aplikasi dan konten dalam bentuk application store, mobile cloud, dan solusi enterprise.

Indra menambahkan, “Jakarta Digital Valley akan memberikan advokasi dan bimbingan yang dilakukan oleh Indigo Accelerator dengan Silicon Valley Mindset, baik dari segi teknis maupun bisnis dalam pengembangan solusi berbasis konten dan aplikasi”. Dalam dua tahun kedepan aplikasi-aplikasi dan konten-konten kreatif dari Jakarta Valley diharapkan sudah membanjiri toko aplikasi di berbagai platform yang populer di kalangan masyarakat dan dapat menjadi tren di kalangan first adopter, seperti BlackBerry, Android, dan iPhone.

Pada acara peluncuran Jakarta Valley yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Telkom yang juga penggagas Digital Valley dan DiLo. Arief Yahya mengatakan “Pemerintah sangat mendukung munculnya pusat-pusat Digital Valley di kota-kota besar di Indonesia karena hal tersebut sejalan dengan visi pemerintah yang ingin mengembangkan industri kreatif sebagai salah satu sumber devisa”. Inisiatif Telkom untuk mendukung industri kreatif nasional tersebut sangat diharapkan dapat menjadi wujud optimisme baru dan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan pariwisata di Indonesia khususnya dan masa depan bangsa dan negara pada umumnya.

Pemerintah berharap dalam waktu dekat ini atau tidak lama lagi akan ada semakin banyak lagi produk kreatif nasional yang dihasilkan entrepreneur kita yang akan mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di mancanegara.

No data.

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More
chatarrow