Alasan Runtuhnya Ponsel Nokia

Sebelum boomingnya ponsel bergenre layar sentuh atau smartphone touchscreen, ponsel genggam ala candy bar menjadi tokoh utama dalam teknologi perangkat genggam. Saat itu, ponsel genggam yang sangat booming dan menjadi pilihan banyak orang ialah ponsel besutan Nokia. Ponsel Nokia sudah sangat lama menjadi diktator, hingga pada akhirnya harus tumbang. Tahukah kamu alasan runtuhnya ponsel Nokia?

Kini, kejayaan Nokia hanya tinggal kenangan karena ketumbangannya banyak smartphone layar sentuh hadir. Namun, kini Nokia sedang mencoba untuk kembali merangkat perlahan-lahan menuju gerbang kesuksesannya. Sebelum Nokia kembali jaya, tidak ada salahnya bila kita mengetahui alasan runtuhnya ponsel Nokia.

Terdapat tiga alasan yang membuat Nokia runtuh dari bisnis perangkat mobile.

1. Bergerak Lambat

Pada tahun 2007 kompetisi perangkat mobile sedang memanas, saat itu pertama kalinya Apple merilis iPhone. Namun, Nokia masih setia dengan platform Symbian hingga tahun 2011. Ketika semakin banyaknya pesaing yang kuat bermunculan seperti BlackBerry dan Android, barulah Nokia “Tertampar” mulai menyadari bahwa saat itu juga harus segera bangkit dari tidur panjangnya selama 5 tahun dengan merilis OS dari Microsoft, yakni Windows Phone.

Namun, banyak orang yang bilang bahwa saat itu Nokia mengambil lompatan yang salah. Karena, OS Microsoft tergolong masih premature dan belum banyak mendukung fitur-fitur canggih seperti para pesaingnya, yaitu iOS, BlackBerry OS, dan Android. Terlepas dari semua itu, Nokia masih terbilang lambat dalam mengambil sebuah keputusan dengan membuang-buang waktu selama 5 tahun lamanya.

Jadi, sangat wajar bila Nokia kehilangan loyalitas penggunanya yang lebih memilih untuk beralih menggunakan ponsel dengan sistem operasi yang memudahkannya untuk mengakses internet secara mobile, daripada memakai WAP browser [browser bawaan OS Java] yang sangat membosankan, karena lola [loading lama]. Jadi, wajar bila bergerak lambat merupakan salah satu alasan runtuhnya ponsel Nokia.

 

2. Gempuran Smartphone China

Nokia tidak hanya bergerak lambat, tetapi juga Nokia tidak menyadari bahaya musuh yang lain. Pasca sistem operasi Android mulai booming, produsen-produsen smartphone dari China mulai mengejar dari bawah. Mulai dari munculnya HTC, Huawei, ZTE, yang berhasil mendobrak pasar low-end. Kemudian diikuti vendor lainnya seperti, Xiaomi, Lenovo, dan Asus, membuat Nokia semakin kehilangan pesonanya di mata pengguna.

Pasar ponsel seolah-olah dimakan oleh seluruh competitor, Apple dengan produk iPhone-nya yang mahal, sedangkan di bagian tengah dan bawah dikelilingi oleh vendor China dan Korea, seperti Samsung dan BlackBerry.

 

3. Nokia Dianggap Telah Usang

Nokia bergerak lambat merespon pasar ponsel, membuat nama Nokia dianggap telah usang oleh pengguna. Nokia dianggap produsen ponsel yang gagal berinovasi dan mengadopsi kebutuhan pasar yang cepat. Pada saat itu, justru Samsung dianggap cemerlang dan inovasi. Nama Samsung kian melambung tinggi dan identik dengan sosok inovator dengan smartphone-smartphone Android besutannya.

Namun, Nokia tetap dianggap sebagai warisan tradisional yang harum dengan karya-karya ponsel candy bar buatannya. Nokia merasa tidak sanggup lagi dan akhirnya menyerah dengan keadaan, sehingga Nokia akhirnya diakuisisi oleh Microsoft dan melahirkan Windows Phone.

Begitulah hasil perjuangan Nokia, hingga kini Nokia masih dikenal oleh dunia. Saat ini Nokia akan berusaha bangkit kembali memulai usahanya dari nol dan berencana akan meluncurkan produk-produk baru kembali yang akan dikenal dunia. Dengan mengetahui alasan runtuhnya ponsel Nokia, maka Nokia akan belajar bangkit kembali dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

22 Oktober 2015

Webinar Gratis 2024


Selanjutnya Pada Bulan Maret 2024

Sabtu, 09 Maret 2024


10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024

Python Developer, Data Science, Web Application

Kursus Python Django Web Application 2024 di DUMET School Mini Bootcamp Backend Laravel 11 Bulan Mei 2024 di DUMET School
Webinar Selanjutnya Mei 2024

Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB

(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)

chat