8 Tips yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membeli Nama Domain
Salah satu hal penting dalam membuat website, yaitu nama domain. Nama domain pada sebuah website berfungsi untuk mempermudah siapa pun mengakses website yang ingin dituju. Selain itu, nama domain juga bisa untuk branding website supaya lebih mudah dikenal. Namun, sebelum membeli nama domain, alangkah baiknya kamu perlu mengetahui 8 tips berikut ini.
1. Melakukan Riset
Perhatikan website lain yang sudah populer. Perhatikan nama domainnya, kenapa memakai nama domain tersebut. Kemudian cari tau apakah ada user lain yang sudah memakai nama domain tersebut untuk websitenya atau untuk akun social medianya. Jangan sampai ada kesamaan dengan user lain.
2. Nama Domain Harus Unik dan Mudah Diingat
Untuk mendapatkan nama domain yang unik dan mudah diingat, jangan pernah memakai nama domain yang terlalu panjang. Jangan memakai nama domain yang asing di telinga. Jumlah karakter nama domain jangan lebih dari 10 karakter atau terdiri dari 2 suku kata saja.
3. Periksa Hak Cipta
Dalam penggunaan nama domain pun kita harus berhati-hati, misalnya tentang hak cipta. Jangan sampai menggunakan nama domain yang mirip dengan nama perusahaan atau lembaga yang populer. Pilihlah nama domain yang belum pernah siapa pun menggunakannya dan mudah diingat.
4. Jangan Mengikuti Trend
Pernah ada trend minuman bubuk dengan bubble, orang-orang berlomba-lomba membuat website dengan nama domain yang memakai kata kunci yang berhubungan dengan minuman tersebut. Namun, pada akhirnya trend minuman tersebut sirna, sedangkan masa aktif nama domain masih panjang, peminat semakin sepi. Alangkah baiknya, pakai nama domain sebagai investasi jangka panjang (tidak mati dimakan zaman).
5. Meminta Saran
Tidak sedikit orang-orang memakai nama domain dari hasil diskusi dengan orang lain. Terkadang mendapatkan inspirasi nama domain ketika bertanya-tanya di suatu forum.
6. Memakai Karakter Sewajarnya
Nama domain yang bagus biasanya hanya menggunakan karakter huruf saja. Banyak orang yang menyarankan untuk tidak menggabungkan antara karakter huruf dengan angka atau tanda penghubung (-). Alasannya masih sama, agar mempermudah siapa pun mengingat nama domain milik kita dan terlihat lebih profesional.
7. Menggunakan Ekstensi ".com"
Kenapa nama domain harus menggunakan ekstensi ".com" ? Karena orang-orang pada umumnya mengingat nama domain selalu berakhiran ".com". Pada umumnya website yang populer pun menggunakan ekstensi ".com".
8. Membuat Alternatif Nama Domain
Jika kamu serius dengan usaha yang dirintis dan kemungkinan akan berhasil ke depannya, kamu perlu membuat alternatif nama domain. Misalnya seperti dumetschool.com yang membuat nama domain alternatif seperti dumetschool.net dan dumetschool.org. Tujuannya agar tidak ada siapa pun yang menyalahgunakan nama DUMET School dan sebagai alternatif jika ada hal yang tidak diinginkan seperti terkena hack, maka akan ada backup website.
Perhatian !
Jika kamu tipe user yang ingin website cepat naik di pencarian google, maka kamu memerlukan website dengan nama domain yang reputasinya tinggi atau nama domain yang sudah pernah dipakai dan dioptimasi, tetapi ditinggalkan pemiliknya. Namun, tidak semudah itu mendapatkan nama domain dengan reputasi bagus yang tidak ada pemiliknya lagi, butuh tools.
Jika kamu sudah menemukan nama domain berotoritas tinggi, maka kamu perlu lihat Cara Mengetahui Umur Domain dan Pemiliknya, supaya ketika kamu ingin mengklaim nama domain tersebut, kamu bisa meminta izin kepada pemiliknya atau bertanya kepada pemiliknya apakah nama domain masih dipakai atau tidak dan menentukan apakah mau dipakai atau tidak nama domainnya jika pemilik asli tidak memakainya lagi.
Itulah sedikit informasi mengenai 8 Tips yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membeli Nama Domain. Semoga bermanfaat untuk kalian.
referensi : www.cekaja.com/info/begini-cara-cek-usia-domain-website-menggunakan-aplikasi
Webinar Gratis 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
10 Bahasa Rekomendasi Untuk Dipelajari di 2024
Python Developer, Data Science, Web Application
Minggu, 26 Mei 2024, 09.00-13.00 WIB
(4 Jam Membuat Backend di Laravel 11)