Teknologi ERP Siap Diluncurkan

15/07/2014    Alfiana Irsyada Salma    529     Artikel Bebas

Indonesia merupakan negara yang berkembang dan ingin semakin kreatif dan inovatif dengan menerapan teknologi baru khuhusnya di DKI Jakarta untuk mengurangi jumlah pengguna kendaraan pribadi, kemudian mengalihkannya ke kendaraan umum, dan untuk mengurangi tingkat kemacetan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang berkerjasama dengan sebuah perusahaan asal swedia, Kapsch AG. Memulai untuk melakukan uji coba teknologi Electronic Road Pricing (ERP) sore ini, Selasa 15 Juli 2014 tepatnya pukul 16:00, kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar.


Electronic Road Pricing adalah gerbang yang memiliki sistem jalan berbayar elektronik, jadi pungutan biaya untuk jalan di tempat-tempat tertentu dengan cara membayar secara elektronik. Setiap kendaraan yang lewat harus membayar dan sudah terdeteksi plat nomer kendaraan dan jika terjadi pelanggaran otomatis sistem akan mengetahuinya dan segera mengirimkan surat tilang ke alamat rumah pemilik kendaraan tersebut.


Sore ini merupakan uji coba pertama kalinya bertujuan untuk menguji sinkronisasi gantry atau gerbang pendeteksi yang sudah dibangun didepan gedung Bank Panin Senayan, dengan alat bantu On Board Unit (OBU) yang dipasang pada kendaraan milik Kapsch, kemudian milik petugas Dishub dan setelah itu baru diuji coba ke kendaraan yang sering melintasi jalan tersebut. Dan menguji OBU apakah sudah bisa dibaca oleh kamera didalam gerbang ERP atau tidak.


Akbar akan memasangkan OBU ke 50 unit kendaraan milik Dishub, Kapsch dan beberapa kendaraan milik masyarakat. Diperkirakan uji coba itu akan berlangsung  selama tiga sampai enam bulan.
Terdapat tiga mesin pada OBU yang meliputi VDC Passage (Sensor untuk mendeteksi jenis kendaraan), VR Sensor (Kamera yang bisa mengambil gambar plat nomor kendaraan jikalau melanggar aturan atau sisi pengawasan), dan Transceivers (Penerima data dari OBU). Ketika mesin tersebut merupakan satu set untuk pendeteksi sistem ERP, yang nantinya saat kendaraan sudah terpasang OBU dan melintasi gerbang ERP dengan otomatis saldo pemilik kendaraan tersebut akan terpotong langsung.


Bagi kendaraan yang tidak memiliki OBU, bisa langsung terdeteksi juga dan direkam nomor polisi kendaraannya dan kendaraan yang melanggar akan mendapatkan surat tilang.
Peraturan resmi ERP akan diterapkan pada awal 2015 yang akan menggantikan peraturan Three In One untuk mengurangi jumlah kemacetan di Jakarta. Dishub berencana memberlakukan peraturan tersebut dibeberapa ruas jalan protokol utama di Jakarta, seperti Jalan HR Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sudirman-Thamrin.

Rencananya tarif ERP nantinya akan berlaku secara fleksibel sesuai dengan kepadatan lalu lintas pada jam tertentu. Akan dikenakan tarif biaya standar awal Rp. 23.000.

No data.

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More