Suhu Badan Bisa Menjadi Charger

06/08/2014    Alfiana Irsyada Salma    1588     Artikel Bebas

Perkembangan teknologi yang kian lama semakin maju. Kini telah banyak menciptakan berbagai macam teknologi baru bermunculan seperti smartphone, wearable, hingga gadget dan lain sebagainya. Akan tetapi, jarang sekali kita mendengar atau mengetahui teknologi baterai terbaru. Teknologi baterai tidak begitu berkembang dan maju secara signifikan. Hasilnya, kita hanya selalu bergantung pada charger kabel untuk mengisi daya.

Begitu menyusahkan jika kita masih menggunakan teknologi charger kabel maupun power bank saat kita berpergian, lalu tiba-tiba baterai smartphone dan power bank habis, membuat kita kesulitan untuk melakukan komunikasi. Akan tetapi, hal itu tampaknya kini akan berakhir.

Corey Hewitt beserta team mahasiswa dari Wake Forest University di North Carolina, Amerika Serikat menciptakan sebuah alat pengisi baterai dari panas suhu tubuh. Alat tersebut bisa mengubah suhu tubuh menjadi energy listrik yang kemudian mengalir ke baterai ponsel.

Alat tersebut dinamakan Power Felt yang berbentuk seperti kain dengan thermoelectric. Penelitian tersebut dilakukan didalam laboratorium nanoteknologi milik Wake Forest University. Corey menemukan sumber energy alternative yang ramah lingkungan, yang selain memakai cahaya matahari atau angin.

Teknologi thermoelectric (TE), menghasilkan listrik dari perbedaan suhu tubuh. Sehingga akan mampu mengisi perangkat gadget maupun smartphone tanpa bergantung kepada colokan listrik atau kabel. Jangan berpikir alat ini berbentuk besar, alat ini sangat tipis hanya setipis kertas dan fleksibel. Alat tersebut bisa berbentuk gelang untuk menghasilkan listrik. Namun, Konsep pengisian baterai masih dalam proses tahap pengembangan diharapkan akan dapat diterapkan secepatnya.

Didalam alat tersebut terdapat partikel karbon nanotube yang terbungkus didalam serat plastic yang dibenamkan didalam kain, sehingga akan mudah diselipkan atau ditempelkan kebagian tubuh yang memiliki suhu tertinggi, seperti pergelangan tangan, leher maupun ketiak. Nantinya suhu tubuh akan menjadi panas.

Namun, Corey masih mengalami salah satu kendala yaitu setelah panas tubuh diubah menjadi energy listrik, bagaimana cara metode pengalirannya ke perangkat dan cara mengatur agar aliran listriknya agar tetap stabil dan dibutuhkan juga kain yang lebih tipis, sehingga tidak akan mengganggu aktivitas orang yang sedang mentransfer panas menjadi energy.

Corey berharap teknologi tersebut dapat segera diperkenalkan kepada masyarakat dan diaplikasikan dengan cepat, dengan memanfaatkan panas yang terbuang. Karena teknologi ini menyediakan cara sederhana yang sangat fleksibel, ringan dan memiliki kinerja yang tinggi.

No data.

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More