Blog Request tutorial? klik disini!

  • Mengenal Berbagai Jenis Aliran Desain (Part 1)

    Ditulis oleh: Faizal Ryza
    15962 kali dibaca
    10 Dec / 2013 22:34

    Dalam sebuah Seni atau Desain hal mendasar tentang Sejarah atau Aliran Desain sangatlah penting untuk kita ketahui agar dalam mengerjakan atau membuat sebuah karya seni desain dapat sesuai dengan Aliran atau Konsep yang sudah di buat. Berikut adalah berbagai jenis Sejarah atau Aliran Desain dari tahun ke tahun :

     
    1. Arts and Crafts Movement

    Arts and crafts movement adalah pergerakan estetis inggris, kanada dan amerika yang terjadi pada akhir abad 19 hingga awal abad 20. Terinspirasi dari tulisan John Ruskin dan idealisasi romantis dari seorang pengrajin yang menaruh kebanggaan pada kerajinan tangan mereka, kira-kira pada 1880 dan 1910. Arts and crafts movement ini adalah pergerakan reformasi yang mempengaruhi arsitektur, seni dekorasi, kerajinan dan juga “cottage” desain taman oleh William Robinson atau Gertrude Jekvll. Beberapa nama yang terkenal adalah William Morris, Charles Robert Ashbee, T. J. Cobden Sanderson, Elbert Hubbard, Walter Crane, Nelson Dawson, Phoebe Anna Traquair, Herbert Tudor Buckland, Charles Rennie Mackintosh, Christopher Dresser, Edwin Lutyens, William De Morgan, Ernest Gimson, William Lethaby, Edward Schroeder Prior, Frank Lloyd Wright, Gustav Stickley, Greene & Greene, Charles Voysey, Christopher Whall.

    Arts and Crafts Movement dimulai sebagai gaya yang estetis di abad 19 dan sebagai reaksi dari kebangkitan kembali gaya-gaya bersejarah dari era Victoria dan mesin-mesin hasil dari revolusi industri. Mesin dianggap sebagai akar permasalahan, beberapa pencetus dan pendukung pergerakan ini mulai merubah dari penggunaan mesin-mesin menjadi kerajinan tangan yang cenderung terkonsentrasi pada hasil industri dengan tangan tetapi dengan hasil memuaskan.

    Sampai saat ini, ketika Arts and Crafts movement menjadi pengaruh besar bagi perindustrian, sebenarnya bukan merupakan gerakan andi industru dan juga bukan anti modern. Beberapa golongan di eropa tetap percaya bahwa mesin tetap dibutuhkan, tapi hanya digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang membutuhkan produksi banyak dan sama. Pada saat yang sama, pemimpin arts and crafts movement merasa bahwa obyek juga dibutuhkan. Konflik antara kualitas produksi dan desiain, serta usaha untuk menggabungkan keduanya mendominasi perdebatan menjelang abad 20.

    Red House, Bexleyheath, London (1859), oleh Philip Webb untuk Morris, adalah contoh karya pada awal masa masa ini. Hal ini merupakan usaha untuk mengekspresikan permukaan tekstur dengan material yang tidak biasa, seperti batu dan ubin, dengan komposisi bangunan yang tidak simetris.

    Pada akhir 1890 di Amerika, grup arsitek, desainer dan pembimbing di boston, memutuskan untuk membawa bentuk baru desain yang dibuat di Inggris oleh Willian Morris ke Amerika, mereka mengajak untuk mengatur sebuah eksebisi objek-objek kerajinan. Ketika, pengrajin, konsumen, dan penghasil menyadari potensial dan keindahan dari seni ini, proses redesain di Boston dimulai.

    Pameran pertama seni dan kriya di amerika diadakan pada 5 April 1897 di Copley Hall menampilkan lebih dari 1000 objek yang dibuat oleh 160 pengrajin yang setengahnya adalah wanita. Beberapa pendukung pameran ini adalah Langford Warren, penemu arsitektur Harvard, Mrs. Richard Morris Hunt. Arthur Astor Carey, Edwin Mead, dan Will Bradley yang seorang desainer grafis.

    Pengaruh arts and crafts movement menyebar di berbagai belahan dunia:

    Di Eropa, Kualitas dan kesimpelan Arts and Crafts movement dan penggunaan materialnya menginspirasi desainer seperti Henry van de Velde dan pergerakan seni lain seperti Art Nouveau, De Stijl Belanda, Vienna Secession, dan Bauhaus. Pergerakan ini dapat dianggap sebagai modernisasi, dimana bentuk murni, dan kepingan-kepingan asosiasi sejarah, akan sekali lagi diaplikasikan dalam industri.

    Di Amerika Serikat, Arts and Crafts movement lebih nampak jelas pada selera kaum borjuis. Ketika pergerakan di Eropa berusaha untuk menciptakan kembali dunia kerajinan yang dihancurkan oleh industri, Amerika mencoba untuk mendirikan sebuah sumber baru untuk menggantikan produksi kerajinan: seperti rumah kelas menengah. Pendek kata, Arts and Crafts movement Amerika adalah lawan dari pergerakan politik.

    Berikut Adalah Contoh bebrapa hasil Karya Arts & Crafts Movement :



    2. Art Nouveau

    Art Nouveau adalah pergerakan internasional dan gaya desain, arsitektur dan seni terapan, terutama seni dekoratif, yang memuncak pada pergantian abad ke 20. Nama Art Nouveau berasal dari bahasa perancis yang berarti seni baru, disebut juga Jugendstil dalam bahasa jerman untuk “gaya muda”. Reaksi dari seni akademik abad 19, mempunyai ciri-ciri dari benda organik, terutama bunga dan motif-motif tanaman, berkesan indah, disertai bentuk-bentuk kurva linear.

    Pada mulanya, Art Nouveau dan Jugendstil bukan merupakan nama gaya, dan gaya ini diadopsi dari beberapa label yang berbeda yang menyebar di beberapa tempat. Dua nama tadi berasal dari gallery Siegfried Bing L’Art Nouveau di Paris dan Majalah Jugend di Munich

    Puncak Art Nouveau terasa di seluruh Eropa selama 15 tahun. Tokoh-tokohnya adalah Hector Guimard. Victor Horta Magazines seperti Jugend membantu menyebarkannya di Jerman, Vienna Secessionists mempengaruhi seni di austria dan hungaria. Art nouveau juga mempengaruhi masing-masing individual seperti Gustav Klimt, Charles Rennie Mackintosh, Alfons Mucha, René Lalique, Antoni Gaudí dan Louis Comfort Tiffany, yang masing-masing dari mereka mempunyai cara yang berbeda dalam berkarya.

    Meskipun Art Nouveau kehilangan pamornya saat kedatangan abad 20 dan gaya-gaya modern, tapi art nouveau sekarang terlihat jelas sebagai penghubung antara sejarah neo classic dan modernisasi. Selain itu monumen art nouveau sekarang dikenal oleh UNESCO sebagai salah satu bangunan bersejarah.

    Cover buku Wren’s City Churches oleh Arthur Mackmurdo (1833)

    Cover buku Wren’s City Churches karya Arthur Mackmundo, dengan pola tanaman yang ritmis, sering dianggap sebagai realisasi awal art nouveau. Disaat yang bersamaan, perspektif datar dan warna-warna kuat dari ukiran Jepang, terutama yang dibuat Katsishika Hokusai, memberikan efek pada Art Nouveau.

    Meskipun Art Nouveau cenderung nyata dalam lokalisasinya yang menyebar, beberapa karakteristiknya ditunjukkan dari bentuk-bentuknya. Deskripsi yang dipublikasikan oleh majalah Pan tentang Cyclamen karya Kermann Obrist (1894), menjadi terkenal selama penyebaran Art Nouveau. Tidak hanya karya itu menjadi lebih terkenal The Whiplash, tetapi istilah “whiplash/cemeti” menjadi aplikasi dalam bentuk-bentuk kurva yang dibuat oleh para seniman pada saat itu. Dekorasi whiplash, terbentuk dari garis yang dinamik, tidak tumpul, dan melayang dalam ritme, ditemukan di seluruh arsitektur, lukisan, patung, dan bentuk-bentuk desain lain art nouveau.

    Art Nouveau dianggap sebagai seni total, yang berarti merupakan gaya yang mecakup desain dalam skala besar, arsitektur, desain interior, seni dekorasi, termasuk perhiasan, perabot, tekstil, kerajinan perak, dan beberapa visual art.

    Perkembangan Art Nouveau sangat terasa karena adanya Exposition Universelle tahun 1900 di Paris, yang merepresentasikan tentang gaya modern di berbagai medium. Hal ini kemudia lebih dikenal dengan adanya Esposizione Internazionale d’Arte Decorativa Moderna tahun 1902 di Turin, Italy, dimana desainer mengadakan pameran di setiap negara Eropa dimana Art Nouveau dipraktekkan.

    Berikut Adalah Contoh bebrapa hasil Karya Art Nouveau :






Baca juga

Rukan Artha Gading Niaga Blok i - 23, Jalan Boulevard Artha Gading

Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

(Belakang Mall Artha Gading)

Telp: (021) 4585-0387


Ruko Permata Regensi Blok B - 18, Jalan Haji Kelik

Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11630

(Depan Hutan Kota Srengseng)

Telp: (021) 5890-8355


Ruko Jalan Taman Daan Mogot Raya No. 23

Kel. Tanjung Duren Utara Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat 11470

(Belakang Mall Citraland dan Kampus UNTAR II)

Telp: (021) 2941-1188


Ruko Jalan Kartini Raya No. 53

Pancoran Mas, Depok 16436

(± 5 Menit dari Kantor Walikota Depok)

Telp: (021) 7720-7657


Rukan Crown Palace Blok A no 12, Jl Prof Dr Soepomo no 231 (Samping Universitas Sahid).

Kec. Tebet, Kel. Menteng Dalam.

(± 1 Menit dari Tugu Pancoran)

Jakarta Selatan 12870

Telp: (021) 2298-3886

Buka setiap hari Senin - Minggu jam 09.00 s/d 21.00

SMS: 0851-0055-5666 / 0819-7555-666 / 0812-9933-3913 / 0812-9393-3210 / 0812-1999-9155