Finger Reader Alat Membaca Untuk Tunanetra

14/07/2014    Alfiana Irsyada Salma    754     Artikel Bebas

Perkembangan ilmu teknologi semakin kreatif dan bermanfaat. Ilmu teknologi sangat diharapkan mampu membantu masyarakat normal maupun orang-orang yang menyandang gangguan penglihatan atau tunanetra. Maka dari itu berbagai penelitian terus menerus dilakukan untuk menemukan suatu alat yang bisa memperbaiki kehidupan para penyandang tunanetra.
Dari hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdapat 285 Juta orang tunanetra diseluruh dunia. Dengan jumlah yang banyak pastinya para ilmuwan terus menerus mengembangkan berbagai macam alat untuk membantu mereka.


Kini seorang profesor Pattie Maes dari Laboratorium Media Institut Teknologi (MIT), Massachusetts menciptakan sebuah prototype untuk membantu para penyandang tunanetra. Finger Reader yang merupakan sebuah cincin dengan Printer 3D seperti perangkat atau wearable yang dilengkapi dengan kamera kecil yang dapat memindai dan membaca kata-kata dengan suara yang real time, karena pengguna dapat mengikuti teks dengan jari mereka.


Prototype ini mampu membantu para penyandang tunanetra untuk bisa memahami materi tertulis dalam berbagai bentuk. Misalnya, catatan obat, majalah, Koran, buku, menu restoran dan perangkat elektronik. Prototype ini memungkinkan penggunanya untuk dapat mengakses buku atau bahan bacaan lain yang tidak tersedia dalam huruf Braille.


Cara pemakaiannya sangat praktis, cukup pasang Finger Reader seperti memasang cincin, kemudian pengguna tinggal mengarahkan atau menunjuk teks dengan jari yang tadi sudah dipasang Finger Reader dan terdapat perangkat lunak yang terhubung dengan laptop atau ponsel, yang akan melacak gerakan jari, mengidentifikasi kata, dan memproses informasi untuk dapat mengambil perangkat untuk membaca teks. Finger Reader memberikan umpan balik berbasis getaran kepada pengguna jika mereka tersesat dari baseline teks.


Menurut pengembang Finger Reader, Roy Shilkrot. Finger Reader unik dalam mobilitas dan kemampuannya beradaptasi ini merupakan satu-satunya perangkat wearable yang memungkinkan pengguna tunanetra untuk membaca dengan sikap yang baik yaitu membaca menggunakan jari telunjuk untuk melacak teks seperti visinya.


Perkembangannya memakan waktu tiga tahun untuk coding software dan percobaan dengan design berbeda. Satu masalahnya lagi yang belum terpecahkan bagaimana caranya bisa bekerja pada smartphone dan tablet layar sentuh. Sebelum masalah tersebut diselesaikan oleh team MIT, maka Finger Reader belum bisa dipasarkan. Jadi, harga Finger Reader belum bisa dipastikan, tetapi rencananya team MIT mereka dapat menekan biaya yang dapat terjangkau agar bisa diterima dipasar.

No data.

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More