RAID

18/09/2014    Estu Susilo    980     Artikel Bebas

Redundant Array of Independent Disks atau lebih dikenal dengan singkatan RAID adalah sebuah teknologi yang memungkinkan kita menggabungkan (merge) dua atau lebih harddisk menjadi satu partisi.
 
Tujuan harddisk dibuat RAID adalah bertujuan untuk, mengoptimalkan kecepatan (stripping), keamanan data (mirroring) , ataupun keduanya, tergantung kebutuhan masing-masing user.
 
Awalnya RAID hanya digunakan untuk komputer server, yang mana dibutuhkan keamanan data & kecepatan. sebelumnya untuk membuat konfigurasi RAID ini awalnya perlu RAID card yang harganya sangat mahal. Namun beberapa tahun terakhir Intel memfasilitas RAID controller kedalam chipset ICHxR mereka sehingga RAID bisa dinikmati oleh user lewat onboard controller pada motherboard.
 
Stripping adalah membagi dua atau lebih hardisk untuk mengolah satu data pada saat yang sama sama. Bayangkan anda menyimpan data sebesar 1 TB ke dalam satu harddisk pastinya akan lebih lambat di banding menyimpan langsung 1TB ke dua harddisk. Stripping juga mempunyai konsep membagu 2 semua data yang di proses ini yang membuat kelemahan dari stripping jika 1 HDD rusak maka tamatlah data anda.
 
Mirroring adalah perosos membackup data yang sama persis di HDD lain secara realtime. Jadi ini ditujukan untuk keamanan data. Untuk RAID ini sama sekali tidak menambah kapasitas dan kecepatan karena data yang di proses akan di gandakan ke HDD ke-2.
 
 
 
Secara Singkat Level pada RAID di bagi menjadi seperti ini.
 
 
RAID0
Level ini menerapkan stripping, tapi tidak mem-back-up data. Dengan demikian, kinerja PC bisa meningkat, kapasitas HDD meningkat 2x lipat, tetapi tak ada cadangan/backup data.
 
 
RAID1
Level ini dikenal juga dengan nama mirroring. RAID1 membuat salinan data yang ada di harddisk lain sebagai back-up. Hal ini sangat berguna ketika data yang ada di harddisk adalah data yang sangat penting dan tidak boleh rusak. Akan tetapi, RAID1 tidak menawarkan peningkatan performa. Kinerja server maupun PC tetap biasa saja.
 
RAID2
RAID2 menggunakan stripping antara harddisk yang digunakan. Hanya saja, beberapa harddisk digunakan untuk menyimpan informasi mengenai pemeriksaan error dan koreksi, Error Checking dan Correscting(ECC).
 
RAID3
Tipe RAID ini menggunakan stripping dan menggunakan 1 harddisk untuk menyimpan informasi mengenai pariti (parity). RAID3 juga digunakan untuk mendeteksi adanya error. RAID3 berguna untuk sistem yang digunakan oleh 1 orang yang berisi data yang amat panjang.
 
RAID4
RAID4 menggunakan stripe yang besar. Dengan demikian, sistem bisa membaca data dari 1 drive. Sistem yang meggunakan RAID4 bisa mengambil keuntungan dari adanya pembacaan data secara bersamaan.
 
RAID5
Tipe RAID ini memiliki array parity. Semua penulisan dan pembacaan data dapat dilakukan bersamaan. RAID5 menyimpan data parity, tetapi tidak bisa melakukan back-up. RAID5 paling tidak butuh 3 harddisk. Tapi biasanya 5 harddisk yang digunakan.
 
RAID6
Mirip dengan RAID5, tetapi memiliki pariti kedua yang tersebar di beberapa harddisk sehingga menawarkan back-up yang luar biasa.
 
RAID7
RAID7 membuat sistem operasi sebagai controller, caching menggunakan jalur cepat.
 

No data.

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More

Cara Cepat Pintar Membuat Website, Tanpa Perlu Basic IT

Membuat website perusahaan, portal berita, blog, katalog online, dan e-commerce.

Learn More