Blog Request tutorial? klik disini!

  • Dunia Maya Mengkhawatirkan Indonesia

    Ditulis oleh: Alfiana Irsyada Salma
    600 kali dibaca
    18 Oct / 2014 14:18

    Keamanan adalah dambaan semua orang. Adanya keamanan karena terjadi Kejahatan. Kejahatan bisa berbentuk apapun, salah satunya kejahatan yang membuat banyak orang khawatir adalah kejahatan dunia maya yang saat ini mengkhawatirkan masyarakat Indonesia.

    Indonesia sebagai negara nomor satu yang paling banyak mendapatkan serangan di dunia maya, pernyataan tersebut disampaikan pada acara Cyber Crime Summit di Institut Teknologi Bandung [ITB] pekan lalu, di Indonesia.

    Direktur Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana, melakukan sebuah penelitian pada tahun 2013, hasil penelitiannya mengatakan “Indonesia mendapatkan 42.000 serangan di dunia maya per-hari, yang bisa merongrong keamanan perusahaan dan negara. Ia juga mengatakan data tersebut menunjukkan adanya kerentanan yang perlu diperbaiki, diantaranya melalui penegakan hukum, regulasi undang-undang, dan pembentukan badan khusus yang memantau pergerakan jalur internet atau pasukan cyber. Dimitri menambahkan “Jalur masuk Internet sebaiknya harus dibatasi, karena tanpa adanya pembatasan jalur masuk akan sangat sulit untuk memonitor. Saya tidak yakin Cyber Crime di Indonesia atau Cyber Security akan meningkat kalau dia tidak dipimpin langsung oleh RI-1, hal tersebut telah dilakukan di Amerika Serikat.

    Kurdi Nantasyarah yang merupakan Tenaga Ahli Bidang IPTEK Lembaga Ketahanan Nasional [Lemhanas], ikut berkomentar, saat ini Indonesia hanya memiliki satu undang-undang yang mengatur tentang kejahatan dunia maya sehingga aturan tersebut perlu di revitalisasi. Terdapat upaya lainnya yaitu dengan cara pembentukan badan khusus yang menangani kejahatan dunia maya kerena kesadaran nasional terhadap kejahatan dunia maya masih sangatlah rendah. Padahal, dibeberapa negara seperti Amerika, Rusia, China, bahkan India sudah mempunyai badan khusus dan badan khusus tersebut ada di negara itu maka kita tidak pernah mendengar yang namanya Cyber Army. Badan khusus letaknya di Security Institusi di sana.

    Brigjen Polisi Kamil Razak, selaku Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Kabareskrim Polri, mengatakan bahwa pihak kepolisian selama ini masih mengalami kendala dalam mengungkap maupun menangkap pelaku kejahatan dunia maya. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan jumlah personel kepolisian dan keterbatasan anggaran yang diberikan oleh negara untuk menangani kasus kejahatan dunia maya. Menurut Kamil, perangkat hukum yang ada di Indonesia masih menghambat jalannya pengungkapan kasus tersebut. Sehingga pihak kepolisian yang seharusnya dalam satu bulan bisa menangani 15 perkara kejahatan dunia maya, saat ini hanya mampu menangani satu perkara saja setiap bulannya.

    “Salah satu contoh ketika kita akan melakukan penggeledahan, penyitaan, penangkapan dan penahanan pada seorang pelaku Cyber Crime tentu harus mendapat izin terlebih dahulu pada Pengadilan Negeri melalui kejaksaan. Hambatan terjadi apabila kejahatan terjadi di hari Sabtu dan Minggu karena Kejaksaan dan Pengadilan tidak masuk kantor, jadi menyulitkan pihak kepolisian”.

    Hasil riset Sharing Vision terhadap 151 responden media sosial menunjukkan, kasus akun palsu sebanyak 22%, kata kunci yang diketahui orang lain sebanyak 13,6%, dan pencurian akun sebanyak 9,9%. Hal tersebut tergolong berbahaya, bahkan ada beberapa kasus di antaranya berujung pada kekerasan yang dilakukan anak dibawah umur, kejahatan seksual, dan penculikan.






Baca juga

Rukan Artha Gading Niaga Blok i - 23, Jalan Boulevard Artha Gading

Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

(Belakang Mall Artha Gading)

Telp: (021) 4585-0387


Ruko Permata Regensi Blok B - 18, Jalan Haji Kelik

Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11630

(Depan Hutan Kota Srengseng)

Telp: (021) 5890-8355


Ruko Jalan Taman Daan Mogot Raya No. 23

Kel. Tanjung Duren Utara Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat 11470

(Belakang Mall Citraland dan Kampus UNTAR II)

Telp: (021) 2941-1188


Ruko Jalan Kartini Raya No. 53

Pancoran Mas, Depok 16436

(± 5 Menit dari Kantor Walikota Depok)

Telp: (021) 7720-7657


Rukan Crown Palace Blok A no 12, Jl Prof Dr Soepomo no 231 (Samping Universitas Sahid).

Kec. Tebet, Kel. Menteng Dalam.

(± 1 Menit dari Tugu Pancoran)

Jakarta Selatan 12870

Telp: (021) 2298-3886

Buka setiap hari Senin - Minggu jam 09.00 s/d 21.00

SMS: 0851-0055-5666 / 0819-7555-666 / 0812-9933-3913 / 0812-9393-3210 / 0812-1999-9155